20.2 C
Munich
Selasa, Mei 5, 2026

Tri Wulandari Sakit dan Terlantar di Saudi, Keluarga Resmi Laporkan PT Bahana dan sponsor Her ke BP3MI

Artikel Lainnya

BANDUNG – Rasa cemas menyelimuti Usman (46), warga Citamiang, Kota Sukabumi. Pria ini resmi melayangkan pengaduan ke Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Barat pada Selasa (28/4/2026), terkait kondisi istrinya, Tri Wulandari (37), seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang kini tertahan di Arab Saudi dalam kondisi sakit dan hilang kontak.

 

Tri Wulandari diduga diberangkatkan secara non-prosedural atau ilegal ke Timur Tengah. Berdasarkan keterangan keluarga, kondisi Tri saat ini sangat memprihatinkan dan belum mendapatkan penanganan medis yang layak.

Dihadapan awak media, Usman membeberkan bahwa istrinya berangkat dengan riwayat alergi kronis yang memerlukan pengobatan rutin. Ketidaksiapan fisik ini disinyalir membuat Tri tidak mampu bekerja secara maksimal, sehingga ia kerap berpindah-pindah majikan (gonta-ganti majikan) selama berada di Arab Saudi.

 

Komunikasi terakhir yang diterima keluarga menyebutkan bahwa Tri jatuh pingsan di rumah majikannya dan kini telah dikembalikan ke pihak Syarekah (perusahaan penyalur di Arab Saudi) Almawarid.

 

“Istri saya kerjanya tidak jelas. Karena fisiknya sakit, dia terus dipulangkan. Terakhir dia pingsan dan dikembalikan ke Syarekah Almawarid. Di sana tidak ada pengobatan gratis, pihak Syarekah justru menyuruh istri saya menghubungi keluarga di Indonesia untuk meminta kiriman uang buat berobat,” keluh Usman dengan nada getir.

Ironisnya, di tengah perjuangan keluarga mencari bantuan, pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pemberangkatan Tri justru terkesan lepas tangan. Usman menyebut nama Her, seorang oknum warga Cianjur, serta PT Bahana sebagai pihak pemroses keberangkatan istrinya.

Namun, saat keluarga mencoba melakukan klarifikasi dan meminta pertanggungjawaban, pihak-pihak tersebut dilaporkan tidak memberikan respons dan sulit untuk dihubungi.

Kasus yang menimpa Tri Wulandari menambah panjang daftar hitam permasalahan PMI di luar negeri, khususnya mereka yang berangkat melalui jalur ilegal. Ketiadaan jaminan kesehatan dan perlindungan hukum yang kuat membuat para pekerja migran rentan terhadap eksploitasi dan penelantaran saat menghadapi kendala fisik atau sengketa kerja.

Usman berharap melalui laporannya ke BP3MI Jawa Barat, pemerintah dapat segera melakukan langkah diplomasi untuk melacak keberadaan istrinya dan memfasilitasi pemulangan Tri ke tanah air guna mendapatkan perawatan medis yang memadai.

Reporter : Red

Berita Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer

You cannot copy content of this page