CIPEUENDEUY, BANDUNG BARAT || Isu miring yang berkembang di tengah masyarakat Dusun Dua, Desa Jatimekar, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat, mengenai dugaan pemindahtanganan aset alat mesin pertanian (alsintan) berupa satu unit traktor, akhirnya menemui titik terang.
Ketua Kelompok Tani Family Desa Jatimekar, Jaenuddin, memberikan klarifikasi resmi guna menepis isu penjualbelian aset yang sempat memicu keresahan warga tersebut. Pertemuan klarifikasi ini digelar pada Senin (04/05/2026) dan dihadiri oleh jajaran aparatur kewilayahan serta unsur TNI-Polri.
Turut hadir dalam agenda tersebut Bhabinkamtibmas Desa Jatimekar Aiptu Donny, Babinsa Desa Jatimekar Koptu Usep, serta Arif selaku Kepala Kampung (Apung) Dusun Dua.
Sebelumnya, keberadaan satu unit traktor bantuan pertanian tersebut sempat menjadi sorotan tajam warga Dusun Dua. Muncul kekhawatiran dari masyarakat lantaran alat modern tersebut dikabarkan berada di tangan pihak yang dinilai tidak memiliki kewenangan dalam pengelolaan aset desa.
Menanggapi hal tersebut, Jaenuddin menegaskan bahwa kabar mengenai jual-beli alat tersebut sama sekali tidak benar. Ia menjelaskan bahwa keberadaan alat di tempat lain murni untuk kepentingan pengelolaan operasional, bukan untuk dialihkan kepemilikannya.
“Itu hanya pindah pengelolaan, bukan diperjualbelikan. Jadi jangan sampai ada salah persepsi di masyarakat. Seandainya (alat tersebut) mau diambil kembali, silakan, apalagi jika itu merupakan instruksi langsung dari Kepala Desa,” tegas Jaenuddin dalam forum tersebut.
Di tempat yang sama, Bhabinkamtibmas Desa Jatimekar, Aiptu Donny, menekankan pentingnya menjaga kondusifitas lingkungan di tengah dinamika informasi yang berkembang. Bintara senior dari Resmob Polda Jabar yang kini bertugas sebagai pembina keamanan di Jatimekar tersebut berharap warga tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum divalidasi kebenarannya.
“Kami mengharapkan adanya kondusifitas warga, terutama di wilayah Desa Jatimekar. Prioritas kami adalah terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang menyeluruh, sehingga setiap permasalahan dapat diselesaikan dengan cara komunikasi yang baik,” ujar Aiptu Donny.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di Dusun Dua Desa Jatimekar terpantau kondusif. Pihak kewilayahan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengedepankan musyawarah dalam menyikapi setiap persoalan terkait aset publik di desa.
Penulis : Madun
