Nasional

Air Mata Bahagia di Hari Raya: Erni Sari, PMI Asal Mauk yang Diduga Tereksploitasi di Tunisia Akhirnya Pulang

TANGERANG – Suasana haru menyelimuti Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Tepat pada perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang jatuh pada Rabu (27/5/2026), Erni Sari, seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, akhirnya berhasil menginjakkan kaki kembali di tanah air setelah sempat dikabarkan menjadi korban eksploitasi kerja di Tunisia, Afrika Utara.

Berdasarkan data paspor yang diterima redaksi, korban diketahui bernama lengkap Erni Sari, pemegang Paspor Republik Indonesia nomor E9861085. Erni merupakan warga negara Indonesia kelahiran Jakarta, 19 Juli 1987, berjenis kelamin perempuan. Paspor tersebut diterbitkan oleh Kantor Imigrasi Jakarta Timur pada 18 Desember 2025 dan berlaku hingga 18 Desember 2030.

Begitu turun dari pesawat, Erni langsung dijemput oleh pihak Kawasan Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) Bandara Soekarno-Hatta. Kedatangannya disambut isak tangis keluarga yang sejak lama mengkhawatirkan keselamatan dirinya di luar negeri.

Erni diduga kuat berangkat ke luar negeri secara non-prosedural hingga akhirnya terlantar dan mengalami dugaan eksploitasi di Tunisia.

Kepada awak media yang menemuinya di lounge KP2MI Bandara Soekarno-Hatta, Erni tidak mampu membendung rasa syukur setelah berhasil kembali ke Indonesia dengan selamat.

“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu kepulangan saya dari Tunisia, terutama BP3MI Banten yang terus berjuang sehingga saya bisa kembali berkumpul dengan keluarga di kampung halaman,” ujar Erni dengan nada bergetar.

Meski korban telah dipulangkan, kasus ini menyisakan perhatian serius terkait dugaan praktik pemberangkatan PMI secara ilegal yang diduga melibatkan jaringan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat beberapa nama yang diduga terlibat dalam proses pemberangkatan Erni, di antaranya Hj. Lomrah, Noni, dan Mamat yang disebut-sebut berperan dalam proses perekrutan hingga pengiriman korban ke luar negeri.

Publik kini mendesak aparat penegak hukum untuk segera melakukan penyelidikan mendalam serta menindak tegas pihak-pihak yang terbukti terlibat.

Menanggapi hal tersebut, Doel, pemerhati migran dari Posko DpNews Indonesia yang turut mengawal proses repatriasi Erni sejak awal, meminta pemerintah tidak tinggal diam terhadap maraknya praktik pengiriman PMI non-prosedural.

“Kami berharap ada tindakan tegas dari aparat penegak hukum sesuai amanat UU Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia serta UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang. Efek jera harus diberikan agar tidak ada lagi warga negara kita yang menjadi korban sindikat seperti ini,” tegasnya.

Kasus yang menimpa Erni Sari menjadi pengingat penting bahwa pengawasan terhadap jalur pemberangkatan PMI non-prosedural harus semakin diperketat demi keselamatan warga negara Indonesia yang bekerja di luar negeri.

(Red)

Redaksi NusantaraPostnews.com

Recent Posts

Dugaan TPPO Berselembung Perekrutan Pekerja Migran: Warga Karawang Jadi Korban Intimidasi Sindikat Nonprosedural

KARAWANG — Berawal dari niat memperbaiki taraf hidup keluarga, Siti (nama samaran), seorang janda beranak…

5 hari ago

Kasus Dugaan Korupsi KPR PT BAS Menguak, Kejari Karawang Didorong Bongkar Peran Oknum BTN

KARAWANG - Praktisi hukum dan pengamat kebijakan, Asep Agustian, SH., MH., mengapresiasi kinerja Kasi Pidsus…

5 hari ago

Jalan Cor Desa Pajaten Berubah “Budug” Usai Di-hotmix, Proyek Dipertanyakan: Di Mana Pengawasan?

Karawang — Kondisi jalan di wilayah Desa Pajaten, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, menjadi sorotan. Jalan…

7 hari ago

Dari Baiq ke Husbi, Arman hingga Bram: Siapa yang Bertanggung Jawab dalam Polemik Pemberangkatan PMI?

Lombok || Nusantarapostnews.com — Polemik terkait proses pemberangkatan seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) kini berkembang…

1 minggu ago

Engkom Diduga Fitnah Awak Media Dengan Tuduhan “Pemerkosa Bergilir”, Bukti Rekaman Siap Dibawa ke Jalur Hukum

KARAWANG — Pernyataan yang diduga disampaikan Engkom, istri dari pemeroses PMI bernama Njen, berbuntut serius.…

4 minggu ago

Fagihill Mukkadham alias Fagih/Fakih Disorot, Salimin Umah Diduga Tertahan di Masul dan Minta Segera Dipulangkan

Lombok Timur || NusantaraPostNews — Persoalan Pekerja Migran Indonesia (PMI) bernama Salimin Umah memasuki tahap…

4 minggu ago