Kriminal

Tri Wulandari Sakit dan Terlantar di Saudi, Keluarga Resmi Laporkan PT Bahana dan sponsor Her ke BP3MI

BANDUNG – Rasa cemas menyelimuti Usman (46), warga Citamiang, Kota Sukabumi. Pria ini resmi melayangkan pengaduan ke Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Barat pada Selasa (28/4/2026), terkait kondisi istrinya, Tri Wulandari (37), seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang kini tertahan di Arab Saudi dalam kondisi sakit dan hilang kontak.

 

Tri Wulandari diduga diberangkatkan secara non-prosedural atau ilegal ke Timur Tengah. Berdasarkan keterangan keluarga, kondisi Tri saat ini sangat memprihatinkan dan belum mendapatkan penanganan medis yang layak.

Dihadapan awak media, Usman membeberkan bahwa istrinya berangkat dengan riwayat alergi kronis yang memerlukan pengobatan rutin. Ketidaksiapan fisik ini disinyalir membuat Tri tidak mampu bekerja secara maksimal, sehingga ia kerap berpindah-pindah majikan (gonta-ganti majikan) selama berada di Arab Saudi.

 

Komunikasi terakhir yang diterima keluarga menyebutkan bahwa Tri jatuh pingsan di rumah majikannya dan kini telah dikembalikan ke pihak Syarekah (perusahaan penyalur di Arab Saudi) Almawarid.

 

“Istri saya kerjanya tidak jelas. Karena fisiknya sakit, dia terus dipulangkan. Terakhir dia pingsan dan dikembalikan ke Syarekah Almawarid. Di sana tidak ada pengobatan gratis, pihak Syarekah justru menyuruh istri saya menghubungi keluarga di Indonesia untuk meminta kiriman uang buat berobat,” keluh Usman dengan nada getir.

Ironisnya, di tengah perjuangan keluarga mencari bantuan, pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pemberangkatan Tri justru terkesan lepas tangan. Usman menyebut nama Her, seorang oknum warga Cianjur, serta PT Bahana sebagai pihak pemroses keberangkatan istrinya.

Namun, saat keluarga mencoba melakukan klarifikasi dan meminta pertanggungjawaban, pihak-pihak tersebut dilaporkan tidak memberikan respons dan sulit untuk dihubungi.

Kasus yang menimpa Tri Wulandari menambah panjang daftar hitam permasalahan PMI di luar negeri, khususnya mereka yang berangkat melalui jalur ilegal. Ketiadaan jaminan kesehatan dan perlindungan hukum yang kuat membuat para pekerja migran rentan terhadap eksploitasi dan penelantaran saat menghadapi kendala fisik atau sengketa kerja.

Usman berharap melalui laporannya ke BP3MI Jawa Barat, pemerintah dapat segera melakukan langkah diplomasi untuk melacak keberadaan istrinya dan memfasilitasi pemulangan Tri ke tanah air guna mendapatkan perawatan medis yang memadai.

Reporter : Red

Redaksi NusantaraPostnews.com

Recent Posts

Dewi Tak Bisa Tunjukkan Bukti Medis PMI Neni Nuraeni Sehat, Malah Arahkan Awak Media Hubungi KIKI

CIANJUR || Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Neni Nuraeni, mengaku…

3 hari ago

Atap Kantor Desa Rusak, Akses APBDes Dipertanyakan: Transparansi Pemerintah Desa Gebangjaya Jadi Sorotan

Karawang || Kondisi bangunan Kantor Desa Gebangjaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, menjadi sorotan publik. Atap…

1 minggu ago

Diduga Blokir Kontak WhatsApp Jurnalis, Sikap Kapolsek Cibuaya dan Kanit Reskrim Jadi Sorotan

Karawang – Sikap Kapolsek Cibuaya, Iptu Budi Santoso, dan Kanit Reskrim Polsek Cibuaya, Muhripul, menjadi…

2 minggu ago

Sulit Dikonfirmasi, Penanganan Dugaan Pembegalan di Cibuaya Jadi Sorotan

Karawang – Penanganan dugaan tindak pidana pembegalan yang terjadi di Jalan Cilutung, Desa Sukasari, Kecamatan…

2 minggu ago

Terduga Kasus Pembegalan di Cibuaya Dibebaskan, Polisi Sebut Bukti Belum Cukup

KARAWANG – Penanganan dugaan kasus pembegalan di Jalan Cilutung, Desa Sukasari, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang,…

3 minggu ago

Tujuh Tahun Berinovasi, GOCIB Perkuat Ekosistem Layanan Digital dan Catat 10 Ribu Pengguna Aktif

KARAWANG – Berawal sebagai aplikasi transportasi online lokal yang diluncurkan pada 2019, GOCIB terus menunjukkan…

4 minggu ago