Kriminal

PMI Dijadikan Komoditas! Dugaan Ulah Hajah Lomrah dan Mamat, Erni Sari Terlempar dari Arab Saudi hingga Tunisia Tanpa Perlindungan

TANGERANG || Carut-marutnya proses pemberangkatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara non-prosedural ke wilayah Timur Tengah kembali memakan korban. Lemahnya pengawasan dan ketiadaan perlindungan hukum bagi para pejuang keluarga ini mulai memicu dampak sistemik yang mengerikan, mulai dari eksploitasi hingga pemindahan paksa antarnegara tanpa persetujuan pekerja.

Bukan sekadar masalah administratif, pemberangkatan yang diduga kuat dikendalikan oleh sindikat ilegal ini memberikan celah bagi para aktor lapangan untuk memperlakukan PMI layaknya komoditas. Para pekerja kerap ditempatkan di lokasi yang sama sekali tidak sesuai dengan kesepakatan awal, tanpa kontrak kerja yang sah, apalagi jaminan keamanan.

Nasib malang ini dialami oleh Erni Sari, seorang PMI asal Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten. Niat hati ingin memperbaiki taraf ekonomi keluarga di Arab Saudi, Erni kini justru terdampar ribuan kilometer jauhnya di Tunisia, Afrika Utara.

Dalam keterangannya kepada awak media Nusantara post pada Kamis (30/04/2026), Erni membeberkan kronologi keberangkatannya yang penuh ketidakpastian. Awalnya, ia diberangkatkan menuju Syarekah Maharah di Arab Saudi. Namun, alih-alih mendapatkan kestabilan kerja, ia justru dikirim ke Uni Emirat Arab (UEA). Tak berhenti di situ, nasib Erni semakin terombang-ambing setelah ia kembali “dilempar” oleh pihak pengelola ke negara Tunisia.

“Saya mengalami trauma berat. Saya hanya ingin pulang ke Indonesia, tolong bantu saya,” ungkap Erni dengan nada penuh keputusasaan saat dihubungi melalui sambungan jarak jauh.

Kondisi ini semakin diperparah dengan sikap tidak bertanggung jawab dari pihak pemroses atau perekrut lapangan. Nama Hajah Lomrah dan Mamat mencuat sebagai pihak yang bertanggung jawab atas keberangkatan Erni. Namun, saat dimintai keterangan terkait kejelasan nasib dan proses pemulangan Erni, keduanya tidak mampu memberikan kepastian maupun solusi konkret.

Ketiadaan perusahaan penempatan resmi (P3MI) dalam proses ini membuat posisi tawar Erni dan keluarganya menjadi sangat lemah di mata hukum internasional.

Kini, keluarga Erni di Mauk hanya bisa menggantungkan harapan pada pemerintah. Mereka mendesak Kementerian Luar Negeri melalui KBRI terkait serta BP2MI untuk segera turun tangan melakukan intervensi.

Kasus Erni Sari menjadi alarm keras bagi penegak hukum bahwa praktik perdagangan orang berkedok pengiriman pekerja migran masih marak terjadi di wilayah Tangerang dan sekitarnya. Publik kini menanti langkah nyata pemerintah untuk memulangkan “Pahlawan Devisa” yang malang ini dan menindak tegas para sindikat yang bermain di balik layar.

Reporter : Red

Redaksi NusantaraPostnews.com

Recent Posts

Diduga Sebut Wartawan ‘Bedegong’, Camat Rengasdengklok Disorot APPI Karawang

KARAWANG, || Sikap Camat Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menuai sorotan setelah diduga melontarkan ucapan…

4 jam ago

Peredaran Rokok Ilegal di Pasar Ciranjang Disorot, 15 Warung Diduga Jadi Titik Penjualan

CIANJUR, nusantara-postnews.com — Dugaan peredaran rokok ilegal di kawasan Pasar Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat,…

3 hari ago

Nama PT Buana Rizky Terseret Dugaan Pengiriman CPMI Ilegal Lewat Bali

DENPASAR, nusantaraposnews.com – Dugaan praktik pemberangkatan calon pekerja migran Indonesia (CPMI) secara nonprosedural kembali mencuat.…

3 hari ago

Proyek Jalan Sedari Disorot! Dugaan Uang Koordinasi Rp3 Juta Mencuat, Ahmad Alexa: Ke Mana Sisanya dan Apa Peran Trantib Desa?

KARAWANG, 21 Oktober 2026 – Pelaksanaan proyek pembangunan jalan lingkungan di Desa Sedari, Kecamatan Cibuaya,…

7 hari ago

Misteri Kebakaran Kantor ATR/BPN Karawang : Sabotase Mafia Tanah?

KARAWANG - Pasca insiden kebakaran yang menghanguskan kantor ATR/BPN Karawang, pada Rabu (14/10/2026), sekitar pukul…

1 minggu ago

Dua PMI Sakit Belum Dipulangkan, PT Buana Risky Disorot: Diduga Ulur Waktu, Aparat Diminta Bertindak

Karawang — Polemik dua Pekerja Migran Indonesia (PMI), Winarsih dan Enok, belum juga berakhir. Keduanya…

1 bulan ago