Categories: Nasional

Tiga Periode Bantuan PKH Lansia di Cipeundeuy Raib, Kinerja Pendamping Dipertanyakan

BANDUNG BARAT – Nasib malang menimpa Emis (96), seorang Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) asal Desa Jatimekar, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat.

Bantuan sosial yang menjadi hak nenek renta tersebut dikabarkan raib selama tiga periode berturut-turut. Hingga Selasa (17/02/26), belum ada kejelasan mengenai aliran dana yang seharusnya diterima oleh wanita yang akrab disapa Mak Mis tersebut.

​Pihak pendamping PKH Kecamatan Cipeundeuy menyatakan telah mengetahui persoalan ini. Namun, keterangan yang diberikan dinilai masih mengambang. Jaja, selaku pendamping kecamatan yang bertugas, berdalih bahwa pihaknya masih melakukan penelusuran. Ia bahkan melontarkan spekulasi bahwa bantuan tersebut mungkin sempat masuk namun ditarik kembali oleh pemerintah pusat.

​Kekecewaan mencuat ketika pihak keluarga dan aktivis meminta bantuan untuk pengecekan di Bank BNI Cianjur. Pihak terkait bersikeras bahwa verifikasi harus menghadirkan KPM secara langsung. Syarat ini dinilai tidak manusiawi mengingat kondisi fisik Mak Mis yang sudah hampir menginjak usia satu abad dan dalam keadaan sakit-sakitan.

​Kondisi ini memicu reaksi keras dari aktivis Bandung Barat, Jaenuddin. Ia mencium adanya kejanggalan dalam penanganan kasus hilangnya dana bantuan di kartu ATM milik Mak Mis.

​”Kami melihat ada kejanggalan. Para pendamping dan pengurus seolah saling lempar tanggung jawab. Yang paling memprihatinkan, masa Mak Mis yang kondisinya sudah sakit-sakitan harus digotong ke bank hanya untuk mencetak rekening koran? Ini sangat tidak masuk akal, Kami akan dampingi pihak keluarga untuk melaporkan ke pihak kepolisian, karna ini sudah masuk ranah penggelapan dan Korupsi” tegas Jaenuddin.

​Kasus Mak Mis kini tengah menjadi sorotan publik di Bandung Barat. Muncul kekhawatiran bahwa fenomena “bantuan raib” ini merupakan fenomena gunung es yang juga menimpa penerima manfaat lainnya. Publik mendesak adanya evaluasi menyeluruh serta pembenahan sistem tata kelola KPM agar bantuan pemerintah tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

penulis: Redaksi

Redaksi NusantaraPostnews.com

Recent Posts

Negara Raup Rp433 Triliun dari Pahlawan Devisa, Namun Saat PMI Terlilit Masalah di Luar Negeri, Di Mana Kehadiran Negara?

JAKARTA – Pekerja Migran Indonesia (PMI) selama ini dikenal sebagai pahlawan devisa yang memberikan kontribusi…

4 hari ago

Aroma Kongkalikong di Balik Paspor PMI Sukabumi: Imigrasi Bobol atau Terafiliasi Sindikat?

TANGERANG, – Sebuah fakta mengejutkan terungkap dalam proses repatriasi Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Sukabumi,…

4 hari ago

Air Mata Bahagia di Hari Raya: Erni Sari, PMI Asal Mauk yang Diduga Tereksploitasi di Tunisia Akhirnya Pulang

TANGERANG – Suasana haru menyelimuti Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Tepat pada perayaan Hari Raya…

7 hari ago

Diduga Kebal Hukum, PT Buana Riski dan KP2MI Disorot Usai PMI Mengaku Alami Perlakuan Tak Manusiawi di Timur Tengah

JAKARTA – Nasib memprihatinkan dialami seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Bandar Jaya berinisial…

1 minggu ago

Bandara Soekarno-Hatta Kecolongan? Nama Ida Terseret Dugaan Pemberangkatan PMI Ilegal ke Dubai

JAKARTA – Dugaan praktik penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) nonprosedural kembali mencuat. Seorang perempuan asal…

1 minggu ago

Diduga Pungut Biaya Berkedok Penilaian, SMPN 1 Cibuaya Jadi Sorotan Publik

Karawang — Transparansi pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMPN 1 Cibuaya kembali menjadi…

2 minggu ago