Categories: Daerah

Putra Oknum RW Diduga Intimidasi Wartawan: Minta Nama Narasumber Soal Kasus Pungli KPM

Bandung Barat | nusantarapostnews.com – Polemik dugaan pungutan liar (pungli) terhadap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Jatimekar Kec.Cipeundeuy Kab.Bandung Barat kembali memanas. Putra dari oknum RW yang namanya disebut dalam pemberitaan dugaan pungli itu, diduga meminta awak media untuk mengungkap identitas narasumber yang memberikan informasi kepada wartawan.

Putra oknum RW tersebut mempertanyakan mengapa wartawan tidak terlebih dahulu meminta klarifikasi kepadanya terkait dugaan pungli yang ditujukan kepada orang tuanya selaku Rw yang ada dalam pemberitaan. Ia juga menuding bahwa pemberitaan yang beredar tidak pernah meminta klarifikasi kepada pihak keluarga.

Padahal, dalam kode etik jurnalistik, hak jawab diberikan kepada pihak yang disebut secara langsung melakukan dugaan pelanggaran, dalam hal ini oknum RW, bukan keluarganya.

“Jika pihak RW ingin klarifikasi, silakan. Itu hak jawab. Tapi bukan dengan cara meminta nama narasumber, Dan Jangan intimidasi wartawan saya,” ujar pimpinan redaksi media nusantarapostnews.com

Wartawan menegaskan bahwa identitas narasumber dilindungi Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, Pasal 5 Ayat (2), serta Kode Etik Jurnalistik Pasal 7 yang menyebutkan bahwa wartawan wajib merahasiakan identitas narasumber yang ingin dirahasiakan demi keselamatan dan keamanan.

Permintaan untuk membuka identitas narasumber dinilai sebagai bentuk intimidasi dan berpotensi menghalangi kerja jurnalistik.

Dalam rekaman audio yang diterima redaksi, putra oknum RW itu terdengar meminta wartawan menjelaskan siapa warga yang menyebut ayahnya melakukan pungli. Hal ini memperkuat dugaan bahwa upaya tersebut dapat mengarah pada tindakan represif terhadap warga pelapor.

Sementara itu, sebagian warga mengaku memberikan uang kepada oknum RW dengan alasan “ikhlas”, namun pernyataan tersebut belum dapat mematahkan dugaan adanya praktik pungli.

Melihat adanya potensi penyalahgunaan wewenang oleh aparat lingkungan, publik berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera turun tangan melakukan penelusuran.

Jika terbukti terjadi pungli, aparat penegak hukum wajib memproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku, termasuk pidana umum dan pemberhentian dari jabatan lingkungan.

Penulis : Red

Redaksi NusantaraPostnews.com

Recent Posts

Diduga Sebut Wartawan ‘Bedegong’, Camat Rengasdengklok Disorot APPI Karawang

KARAWANG, || Sikap Camat Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menuai sorotan setelah diduga melontarkan ucapan…

1 hari ago

Peredaran Rokok Ilegal di Pasar Ciranjang Disorot, 15 Warung Diduga Jadi Titik Penjualan

CIANJUR, nusantara-postnews.com — Dugaan peredaran rokok ilegal di kawasan Pasar Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat,…

4 hari ago

Nama PT Buana Rizky Terseret Dugaan Pengiriman CPMI Ilegal Lewat Bali

DENPASAR, nusantaraposnews.com – Dugaan praktik pemberangkatan calon pekerja migran Indonesia (CPMI) secara nonprosedural kembali mencuat.…

4 hari ago

Proyek Jalan Sedari Disorot! Dugaan Uang Koordinasi Rp3 Juta Mencuat, Ahmad Alexa: Ke Mana Sisanya dan Apa Peran Trantib Desa?

KARAWANG, 21 Oktober 2026 – Pelaksanaan proyek pembangunan jalan lingkungan di Desa Sedari, Kecamatan Cibuaya,…

1 minggu ago

Misteri Kebakaran Kantor ATR/BPN Karawang : Sabotase Mafia Tanah?

KARAWANG - Pasca insiden kebakaran yang menghanguskan kantor ATR/BPN Karawang, pada Rabu (14/10/2026), sekitar pukul…

1 minggu ago

Dua PMI Sakit Belum Dipulangkan, PT Buana Risky Disorot: Diduga Ulur Waktu, Aparat Diminta Bertindak

Karawang — Polemik dua Pekerja Migran Indonesia (PMI), Winarsih dan Enok, belum juga berakhir. Keduanya…

1 bulan ago