Categories: Nasional

PMI Asal Indonesia Terjebak di Irak, Dugaan Penyaluran Ilegal oleh PT Elang Mencuat

Karawang || Nusantarapostnews.com — Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) bernama Adinda dilaporkan terjebak di Irak bersama puluhan PMI lainnya. Mereka diketahui diberangkatkan oleh PT Elang, dengan proses keberangkatan yang diduga melibatkan dua nama, yakni Agus sebagai pihak yang memproses keberangkatan dan Aisah sebagai sponsor untuk Adinda.

Saat ini, Adinda dan sejumlah PMI lainnya berada dalam kondisi memprihatinkan dan meminta pertolongan agar dapat segera dipulangkan ke Indonesia. Bahkan, berdasarkan keterangan yang diterima awak media, salah satu PMI disebut mengalami kekerasan fisik yang diduga dilakukan oleh pihak majikan di negara penempatan.

Namun hingga kini, Agus selaku pihak yang memproses keberangkatan dan Aisah sebagai sponsor Adinda belum memberikan kejelasan mengenai langkah konkret yang akan ditempuh untuk memulangkan para PMI tersebut. Keduanya juga dinilai belum menunjukkan itikad baik dalam upaya penyelesaian masalah yang dihadapi para pekerja migran.

Saat dikonfirmasi awak media melalui sambungan telepon WhatsApp, Agus menyampaikan bahwa terputusnya akses komunikasi Adinda dengan pihak keluarga merupakan atas instruksinya kepada pihak kantor perusahaan di luar negeri. Ia beralasan bahwa tindakan tersebut dilakukan karena Adinda dianggap terlalu sering melaporkan kondisi dirinya ke berbagai pihak.

Di sisi lain, awak media juga tengah menelusuri dugaan adanya ancaman yang diduga dilakukan oleh Agus terhadap Adinda. Berdasarkan informasi yang beredar, Agus disebut-sebut merupakan oknum anggota TNI yang bertugas di satuan Rindam.

Diduga Ancaman Agus Terhadap Adinda

Namun demikian, informasi tersebut masih memerlukan klarifikasi dan verifikasi lebih lanjut.
Sebagai bagian dari upaya penelusuran fakta, awak media berencana mendatangi pihak Denpom untuk memastikan kebenaran terkait status Agus, serta menelusuri apakah yang bersangkutan benar merupakan anggota TNI aktif atau tidak, sekaligus memastikan ada atau tidaknya keterlibatan institusi dalam kasus ini.

Dengan adanya peristiwa ini, pihak keluarga PMI serta masyarakat berharap aparat penegak hukum dan instansi terkait dapat segera mengambil langkah tegas. Terlebih, kasus ini menyangkut warga negara Indonesia yang diberangkatkan ke wilayah konflik oleh perusahaan penyalur, yang diduga tidak sesuai dengan prosedur dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Hingga berita ini ditayangkan, awak media masih terus berupaya menghubungi pihak PT Elang, Agus, dan Aisah guna memperoleh klarifikasi lanjutan sebagai bagian dari prinsip cover both sides.

Penulis : Red

Redaksi NusantaraPostnews.com

Recent Posts

Negara Raup Rp433 Triliun dari Pahlawan Devisa, Namun Saat PMI Terlilit Masalah di Luar Negeri, Di Mana Kehadiran Negara?

JAKARTA – Pekerja Migran Indonesia (PMI) selama ini dikenal sebagai pahlawan devisa yang memberikan kontribusi…

4 hari ago

Aroma Kongkalikong di Balik Paspor PMI Sukabumi: Imigrasi Bobol atau Terafiliasi Sindikat?

TANGERANG, – Sebuah fakta mengejutkan terungkap dalam proses repatriasi Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Sukabumi,…

4 hari ago

Air Mata Bahagia di Hari Raya: Erni Sari, PMI Asal Mauk yang Diduga Tereksploitasi di Tunisia Akhirnya Pulang

TANGERANG – Suasana haru menyelimuti Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Tepat pada perayaan Hari Raya…

7 hari ago

Diduga Kebal Hukum, PT Buana Riski dan KP2MI Disorot Usai PMI Mengaku Alami Perlakuan Tak Manusiawi di Timur Tengah

JAKARTA – Nasib memprihatinkan dialami seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Bandar Jaya berinisial…

1 minggu ago

Bandara Soekarno-Hatta Kecolongan? Nama Ida Terseret Dugaan Pemberangkatan PMI Ilegal ke Dubai

JAKARTA – Dugaan praktik penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) nonprosedural kembali mencuat. Seorang perempuan asal…

1 minggu ago

Diduga Pungut Biaya Berkedok Penilaian, SMPN 1 Cibuaya Jadi Sorotan Publik

Karawang — Transparansi pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMPN 1 Cibuaya kembali menjadi…

2 minggu ago