Categories: News

Menkeu Purbaya Ditanya Kemungkinan Bertemu Kepala Daerah Bahas Dana Pemda di Bank: Bukan Urusan Saya

Jakarta || Nusantarapostnews.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menjawab soal kemungkinan bertemu dengan kepala daerah untuk membahas soal perbedaan data dana APBD yang disimpan di bank daerah.

Diketahui masalah dana APBD yang ada di bank daerah ini disorot Menkeu Purbaya karena dana yang seharusnya dimaksimalkan untuk belanja daerah justru hanya disimpan di bank daerah.

Menkeu Purbaya mengaku hingga kini ia tidak ada rencana untuk bertemu dengan kepala daerah.

Terutama untuk membahas beda data dana APBD yang disimpan di bank daerah dengan data yang ia miliki di bank sentral.

Karena menurut Menkeu Purbaya hal ini bukan urusannya, lebih baik Bank Indonesia (BI) saja yang mengumpulkan data simpanan dana daerah di bank tersebut.

“Enggak bukan urusan saya itu, biar saja BI yang ngumpulin data, saya cuma baca data bank sentral aja,” kata Purbaya dalam keterangan persnya, pada hari ini, Kamis (06/11/2025),

Lebih lanjut terkait perbedaan data ini, Menkeu Purbaya mengimbau kepala daerah untuk bertanya langsung ke Bank Indonesia.

“Tanya aja ke BI, itu kan data dari Bank juga, mereka enggak mungkin monitor account satu persatu,” jelas Purbaya

Purbaya menambahkan, ia juga mendengar ada kepala daerah yang mengaku bahwa dana daerah ini tidak disimpan dalam bentuk deposito melainkan dalam bentuk giro.

Giro adalah rekening transaksi yang fleksibel dan cocok untuk bisnis, memungkinkan penarikan kapan saja dengan cek atau bilyet giro, meskipun suku bunganya rendah atau bahkan tidak ada.

Sebaliknya, deposito adalah tabungan berjangka yang dirancang untuk menyimpan uang dalam jangka waktu tertentu demi mendapatkan bunga lebih tinggi, tetapi penarikan sebelum jatuh tempo dikenakan penalti.

Menurut Purbaya, dana yang disimpan dalam bentuk giro justru akan mengakibatkan kerugian.

Pasalnya bunga yang didapatkan dari giro cenderung lebih rendah.

“Ada yang ngaku uangnya enggak di deposito, tapi di giro, malah lebih rugi, bunganya lebih rendah kan.”

“Kenapa ditaruh giro kalau gitu. Pasti nanti akan diperiksa BPK itu,” imbuh Purbaya.

 

penulis: Jabbar Ramdani

Redaksi NusantaraPostnews.com

Recent Posts

Dewi Tak Bisa Tunjukkan Bukti Medis PMI Neni Nuraeni Sehat, Malah Arahkan Awak Media Hubungi KIKI

CIANJUR || Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Neni Nuraeni, mengaku…

3 hari ago

Atap Kantor Desa Rusak, Akses APBDes Dipertanyakan: Transparansi Pemerintah Desa Gebangjaya Jadi Sorotan

Karawang || Kondisi bangunan Kantor Desa Gebangjaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, menjadi sorotan publik. Atap…

1 minggu ago

Diduga Blokir Kontak WhatsApp Jurnalis, Sikap Kapolsek Cibuaya dan Kanit Reskrim Jadi Sorotan

Karawang – Sikap Kapolsek Cibuaya, Iptu Budi Santoso, dan Kanit Reskrim Polsek Cibuaya, Muhripul, menjadi…

2 minggu ago

Sulit Dikonfirmasi, Penanganan Dugaan Pembegalan di Cibuaya Jadi Sorotan

Karawang – Penanganan dugaan tindak pidana pembegalan yang terjadi di Jalan Cilutung, Desa Sukasari, Kecamatan…

2 minggu ago

Terduga Kasus Pembegalan di Cibuaya Dibebaskan, Polisi Sebut Bukti Belum Cukup

KARAWANG – Penanganan dugaan kasus pembegalan di Jalan Cilutung, Desa Sukasari, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang,…

3 minggu ago

Tujuh Tahun Berinovasi, GOCIB Perkuat Ekosistem Layanan Digital dan Catat 10 Ribu Pengguna Aktif

KARAWANG – Berawal sebagai aplikasi transportasi online lokal yang diluncurkan pada 2019, GOCIB terus menunjukkan…

4 minggu ago