Business

KRISIS KEMANUSIAAN: PMI di Syarekah Almawarid Diduga Alami Perbudakan, Aktivis Desak Pemerintah Bertindak Tegas

RIYADH, ARAB SAUDI – Kabar duka dan memprihatinkan kembali menyelimuti para pejuang devisa Indonesia di Arab Saudi. Tepat pada hari ini, Kamis (09/04/2026), laporan mengenai dugaan praktik tidak manusiawi mencuat dari Syarekah Almawarid. Sejumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) dilaporkan mengalami penyiksaan fisik dan psikologis yang berat, mulai dari dipaksa berjemur di bawah terik matahari tanpa asupan makanan hingga penggiringan paksa ke lokasi yang tidak diketahui.

 

Kondisi ini merupakan eskalasi dari ketegangan yang terjadi sehari sebelumnya. Pihak manajemen Syarekah Almawarid dikabarkan mengeluarkan ancaman keras kepada para pekerja. Dalam sebuah sesi pengarahan (briefing), pihak perusahaan mengancam akan memenjarakan siapa pun PMI yang menolak untuk bekerja, terlepas dari kondisi kesehatan atau kelayakan kerja mereka.

 

Tak hanya ancaman hukum, tekanan psikologis juga dilancarkan. Para PMI tersebut diberitahu secara sepihak bahwa mereka tidak memiliki peluang untuk kembali ke tanah air.

 

“Saya sudah disidang lagi Pak, dimarah-marahi. Besok saya mau dipenjarakan katanya. Tolong kami Pak,” ungkap salah satu PMI melalui pesan singkat yang diterima awak media, yang menjadi komunikasi terakhir sebelum aksesnya terputus.

 

Menanggapi situasi darurat ini, Doel, aktivis pemerhati migran dari Posko DpNews Indonesia yang intens mengawal kasus ini, menyatakan kegeraman yang mendalam. Ia menilai tindakan Syarekah Almawarid sudah melampaui batas kemanusiaan dan mengarah pada praktik perbudakan modern.

 

“Ini bukan lagi sekadar masalah ketenagakerjaan, ini sudah menjadi krisis kemanusiaan. Kami mendesak agar keluarga korban segera bertindak dengan membuat laporan resmi,” tegas Doel saat dikonfirmasi.

 

Ia juga melayangkan tuntutan keras kepada otoritas terkait di Jakarta. “Kami berharap Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan BP2MI (KP2MI) segera berkoordinasi dengan Pemerintah Arab Saudi untuk mengevaluasi izin Syarekah tersebut. Jangan biarkan jeritan para PMI ini dianggap angin lalu,” tambahnya

Kasus Syarekah Almawarid ini kembali membuka tabir kelam pengiriman pekerja migran secara ilegal yang dipenuhi manipulasi sejak dari proses pemberangkatan. Dugaan perbudakan di negara penempatan menjadi bukti nyata lemahnya perlindungan terhadap PMI yang berangkat melalui jalur non-prosedural.

 

Masyarakat dan pihak keluarga PMI diimbau untuk segera melaporkan detail identitas korban kepada instansi berwenang agar langkah diplomasi dan evakuasi dapat segera dilaksanakan. Publik kini menunggu tindakan nyata dari pemerintah untuk menyeret para pelaku pemberangkatan ilegal dan pihak syarekah ke ranah hukum demi mempertanggungjawabkan perbuatan mereka.

Reporter : MN

Redaksi NusantaraPostnews.com

Recent Posts

Dewi Tak Bisa Tunjukkan Bukti Medis PMI Neni Nuraeni Sehat, Malah Arahkan Awak Media Hubungi KIKI

CIANJUR || Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Neni Nuraeni, mengaku…

3 hari ago

Atap Kantor Desa Rusak, Akses APBDes Dipertanyakan: Transparansi Pemerintah Desa Gebangjaya Jadi Sorotan

Karawang || Kondisi bangunan Kantor Desa Gebangjaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, menjadi sorotan publik. Atap…

1 minggu ago

Diduga Blokir Kontak WhatsApp Jurnalis, Sikap Kapolsek Cibuaya dan Kanit Reskrim Jadi Sorotan

Karawang – Sikap Kapolsek Cibuaya, Iptu Budi Santoso, dan Kanit Reskrim Polsek Cibuaya, Muhripul, menjadi…

2 minggu ago

Sulit Dikonfirmasi, Penanganan Dugaan Pembegalan di Cibuaya Jadi Sorotan

Karawang – Penanganan dugaan tindak pidana pembegalan yang terjadi di Jalan Cilutung, Desa Sukasari, Kecamatan…

2 minggu ago

Terduga Kasus Pembegalan di Cibuaya Dibebaskan, Polisi Sebut Bukti Belum Cukup

KARAWANG – Penanganan dugaan kasus pembegalan di Jalan Cilutung, Desa Sukasari, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang,…

3 minggu ago

Tujuh Tahun Berinovasi, GOCIB Perkuat Ekosistem Layanan Digital dan Catat 10 Ribu Pengguna Aktif

KARAWANG – Berawal sebagai aplikasi transportasi online lokal yang diluncurkan pada 2019, GOCIB terus menunjukkan…

4 minggu ago