News

Kasus Dugaan Asusila di Cibuaya Diselesaikan Secara Damai, Karang Taruna Fasilitasi Mediasi

Karawang — Kasus dugaan tindak asusila yang melibatkan seorang anak di Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, diselesaikan secara damai melalui kesepakatan kedua belah pihak, Jumat (10/4/2026).

Kesepakatan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan yang ditandatangani oleh Komarudin sebagai pihak pertama dan Ade Suhendar selaku orang tua korban berinisial N sebagai pihak kedua. Dokumen itu dibuat di Cibuaya sebagai bentuk penyelesaian secara kekeluargaan.

Dalam kesepakatan tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk tidak melanjutkan perkara ke jalur hukum. Selain itu, korban dipastikan tetap mendapatkan perlindungan serta dapat menjalani aktivitas sehari-hari tanpa adanya ancaman maupun gangguan dari pihak mana pun.

Kesepakatan juga mencakup komitmen bersama terkait konsekuensi hukum dan administratif yang mungkin timbul di kemudian hari. Kedua pihak menyatakan tidak akan menempuh upaya hukum, baik pidana maupun perdata, atas peristiwa tersebut.

Sekretaris Jenderal Karang Taruna Kabupaten Karawang, Muhamad Yogi Prabowo, S.IP., yang turut memfasilitasi proses mediasi, menyampaikan bahwa penyelesaian damai diambil setelah melalui pertimbangan matang dari kedua belah pihak.

“Penyelesaian ini ditempuh secara kekeluargaan dengan harapan semua pihak dapat mengambil hikmah, serta memberikan ketenangan bagi korban untuk melanjutkan kehidupan dan pendidikannya tanpa tekanan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa proses kesepakatan dilakukan tanpa adanya unsur paksaan.

“Kesepakatan ini dicapai secara sukarela oleh kedua belah pihak, tanpa tekanan, dengan tujuan agar persoalan tidak berlarut-larut,” tambahnya.

Mediasi dilakukan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian serta menjaga kondusivitas lingkungan masyarakat. Hasilnya, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan perkara melalui pendekatan keadilan restoratif (restorative justice).

Dengan adanya kesepakatan ini, diharapkan situasi di lingkungan masyarakat kembali kondusif dan tidak menimbulkan konflik berkepanjangan.

Reporter: Madun

Redaksi NusantaraPostnews.com

Recent Posts

Setahun Koma hingga Meninggal di Arab Saudi, Jenazah PMI Asal Sukabumi Belum Dipulangkan ke Indonesia

SUKABUMI, || Kabar duka datang dari Riyadh, Arab Saudi. Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) bernama…

1 hari ago

Diduga Sebut Wartawan ‘Bedegong’, Camat Rengasdengklok Disorot APPI Karawang

KARAWANG, || Sikap Camat Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menuai sorotan setelah diduga melontarkan ucapan…

2 hari ago

Peredaran Rokok Ilegal di Pasar Ciranjang Disorot, 15 Warung Diduga Jadi Titik Penjualan

CIANJUR, nusantara-postnews.com — Dugaan peredaran rokok ilegal di kawasan Pasar Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat,…

5 hari ago

Nama PT Buana Rizky Terseret Dugaan Pengiriman CPMI Ilegal Lewat Bali

DENPASAR, nusantaraposnews.com – Dugaan praktik pemberangkatan calon pekerja migran Indonesia (CPMI) secara nonprosedural kembali mencuat.…

5 hari ago

Proyek Jalan Sedari Disorot! Dugaan Uang Koordinasi Rp3 Juta Mencuat, Ahmad Alexa: Ke Mana Sisanya dan Apa Peran Trantib Desa?

KARAWANG, 21 Oktober 2026 – Pelaksanaan proyek pembangunan jalan lingkungan di Desa Sedari, Kecamatan Cibuaya,…

1 minggu ago

Misteri Kebakaran Kantor ATR/BPN Karawang : Sabotase Mafia Tanah?

KARAWANG - Pasca insiden kebakaran yang menghanguskan kantor ATR/BPN Karawang, pada Rabu (14/10/2026), sekitar pukul…

1 minggu ago