Categories: News

Dinas Pendidikan Karawang Akan Selidiki Dugaan Pungutan Ilegal pada Kegiatan Akuatik SMP 1 Cibuaya

Karawang | nusantarapostnews.com – Isu pungutan liar kembali mencuat di dunia pendidikan Kabupaten Karawang, kali ini terkait dengan kegiatan akuatik yang dinilai membebani siswa dan orang tua di SMP 1 Cibuaya. Beberapa wali murid mengeluhkan biaya yang diwajibkan, sementara Dinas Pendidikan Karawang menyatakan akan segera melakukan klarifikasi dan tindakan tegas jika ditemukan pelanggaran.

Kepala Bidang Pendidikan Karawang, Yanto, menyampaikan bahwa pihaknya akan meminta keterangan resmi dari sekolah perihal pungutan tersebut yang membebani siswa/siswi.

“Saya akan minta keterangan dari pihak sekolah, Saya akan coba panggil kepala sekolah nya untuk dimintai keterangan kronologi kenapa bisa membebankan siswa/siswi, Prihal ada atau tidak nya Kegiatan Akuatik nanti coba komunikasi dengan bagiannya,” ujar Yanto.

 

Ia menegaskan bahwa segala bentuk pungutan liar tidak dibenarkan. Pernyataan ini sejalan dengan instruksi Bupati Karawang yang melarang pungutan dalam bentuk apa pun di sekolah.

Sebelumnya, Sekda Karawang Asep Aang Rahmatullah menegaskan bahwa instruksi tersebut ditujukan untuk seluruh satuan pendidikan di Karawang, termasuk larangan menjual LKS, buku ajar, seragam, dan pungutan berkedok iuran atau sumbangan.

Menurut Yanto, Dinas Pendidikan sudah mengeluarkan edaran larangan pungutan liar dan melakukan pemantauan aktif ke sekolah-sekolah yang terindikasi melakukan praktik tersebut. Bila terbukti melanggar, sanksi bisa diberikan, termasuk menurunkan penilaian kinerja kepala sekolah atau melaporkan ke tim saber pungli.

Kebijakan pemberantasan pungli ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah. Kepala Sekretariat Daerah menegaskan bahwa tidak boleh ada pungutan atas nama kegiatan ekstrakurikuler, termasuk renang atau akuatik, yang dibebankan kepada siswa atau orang tua.

Sementara itu, Anggota DPRD Karawang juga menyoroti praktik pungutan yang kerap disamarkan sebagai iuran atau “sumbangan wajib.” Mereka mendesak sekolah dan dinas terkait untuk transparan dalam penggunaan anggaran sekolah dan memastikan bahwa dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) digunakan sesuai peruntukan.

Pakar anti-korupsi juga mengingatkan bahwa meskipun kegiatan sekolah membutuhkan biaya tambahan, pungutan yang tidak berdasarkan regulasi dapat dikategorikan sebagai pungutan liar.

Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah SMP 1 Cibuaya belum memberikan respons resmi atas permintaan klarifikasi dari Dinas Pendidikan. Orang tua siswa berharap proses investigasi berjalan cepat dan transparan agar beban finansial tidak menjadi penghalang pendidikan siswa.

Reporter : Madun

Redaksi NusantaraPostnews.com

Recent Posts

Diduga Sebut Wartawan ‘Bedegong’, Camat Rengasdengklok Disorot APPI Karawang

KARAWANG, || Sikap Camat Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menuai sorotan setelah diduga melontarkan ucapan…

1 hari ago

Peredaran Rokok Ilegal di Pasar Ciranjang Disorot, 15 Warung Diduga Jadi Titik Penjualan

CIANJUR, nusantara-postnews.com — Dugaan peredaran rokok ilegal di kawasan Pasar Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat,…

4 hari ago

Nama PT Buana Rizky Terseret Dugaan Pengiriman CPMI Ilegal Lewat Bali

DENPASAR, nusantaraposnews.com – Dugaan praktik pemberangkatan calon pekerja migran Indonesia (CPMI) secara nonprosedural kembali mencuat.…

4 hari ago

Proyek Jalan Sedari Disorot! Dugaan Uang Koordinasi Rp3 Juta Mencuat, Ahmad Alexa: Ke Mana Sisanya dan Apa Peran Trantib Desa?

KARAWANG, 21 Oktober 2026 – Pelaksanaan proyek pembangunan jalan lingkungan di Desa Sedari, Kecamatan Cibuaya,…

1 minggu ago

Misteri Kebakaran Kantor ATR/BPN Karawang : Sabotase Mafia Tanah?

KARAWANG - Pasca insiden kebakaran yang menghanguskan kantor ATR/BPN Karawang, pada Rabu (14/10/2026), sekitar pukul…

1 minggu ago

Dua PMI Sakit Belum Dipulangkan, PT Buana Risky Disorot: Diduga Ulur Waktu, Aparat Diminta Bertindak

Karawang — Polemik dua Pekerja Migran Indonesia (PMI), Winarsih dan Enok, belum juga berakhir. Keduanya…

1 bulan ago