Pendidikan

Diduga Pungut Biaya Berkedok Penilaian, SMPN 1 Cibuaya Jadi Sorotan Publik

Karawang — Transparansi pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMPN 1 Cibuaya kembali menjadi sorotan publik. Kepala sekolah yang diketahui bernama Umar disebut memilih bungkam saat dikonfirmasi terkait sejumlah persoalan yang berkembang di lingkungan sekolah, termasuk dugaan pungutan dalam kegiatan renang yang dikaitkan dengan penambahan nilai mata pelajaran.

Sikap diam pihak sekolah memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat. Pasalnya, program pendidikan yang berkaitan langsung dengan kegiatan belajar mengajar semestinya tidak menjadi beban tambahan bagi siswa maupun wali murid.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kegiatan renang tersebut diduga diarahkan sebagai bagian dari penilaian mata pelajaran. Jika benar demikian, maka muncul pertanyaan serius mengenai dasar pungutan biaya terhadap siswa. Sebab, dalam aturan pendidikan nasional, kegiatan pembelajaran wajib pada dasarnya harus dapat diakses tanpa pungutan yang memberatkan peserta didik.

Mengacu pada Pasal 31 Undang-Undang Dasar 1945, setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. Selain itu, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional juga menegaskan bahwa pendidikan harus diselenggarakan secara adil dan tidak diskriminatif.

Sementara itu, Permendikbud terkait pengelolaan Dana BOS menekankan bahwa dana tersebut diperuntukkan guna mendukung operasional sekolah, termasuk kegiatan pembelajaran siswa. Oleh sebab itu, apabila suatu kegiatan merupakan bagian dari proses belajar mengajar dan penilaian akademik, maka mekanisme pembiayaannya patut dipertanyakan apabila dibebankan kepada siswa.

Publik kini menyoroti peran Kardi Dinata selaku komite sekolah. Sebagai representasi masyarakat dan wali murid, komite sekolah seharusnya menjalankan fungsi pengawasan secara tegas dan objektif terhadap seluruh kebijakan sekolah, termasuk persoalan dugaan pungutan.

Namun hingga berita ini diterbitkan, Kardi Dinata belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi awak media terkait persoalan transparansi Dana BOS maupun kegiatan renang yang menjadi polemik di lingkungan sekolah.

Tidak hanya itu, sorotan juga mengarah kepada Andre yang dinilai harus lebih profesional dan tegas dalam menjalankan fungsi pengawasan pendidikan di wilayah Kecamatan Cibuaya. Masyarakat menilai setiap kegiatan sekolah yang melibatkan biaya kepada siswa wajib diketahui dan diawasi oleh pihak Cambidik.

Andre menjelaskan bahwa pihaknya akan segera melakukan konfirmasi langsung kepada Kepala SMPN 1 Cibuaya, Umar, terkait sejumlah pertanyaan yang disampaikan awak media mengenai transparansi pengelolaan Dana BOS serta kegiatan renang yang kini menjadi sorotan publik.

Menurut Andre, langkah klarifikasi tersebut penting dilakukan agar persoalan yang berkembang tidak menimbulkan polemik berkepanjangan di tengah masyarakat maupun wali murid. Ia juga menegaskan bahwa setiap kegiatan sekolah yang berkaitan dengan siswa harus berjalan sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku.

“Kami akan konfirmasi langsung kepada pihak sekolah terkait persoalan yang dipertanyakan media, baik mengenai transparansi Dana BOS maupun kegiatan renang tersebut,” ujar Andre saat dimintai keterangan.

Jika dugaan pungutan dalam kegiatan pembelajaran terus berjalan tanpa evaluasi maupun pengawasan yang jelas, maka publik berhak mempertanyakan sejauh mana fungsi kontrol lembaga pendidikan di tingkat kecamatan benar-benar berjalan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak SMPN 1 Cibuaya maupun Kepala Sekolah Umar belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan tersebut.

(Madun)

Redaksi NusantaraPostnews.com

Share
Published by
Redaksi NusantaraPostnews.com

Recent Posts

Negara Raup Rp433 Triliun dari Pahlawan Devisa, Namun Saat PMI Terlilit Masalah di Luar Negeri, Di Mana Kehadiran Negara?

JAKARTA – Pekerja Migran Indonesia (PMI) selama ini dikenal sebagai pahlawan devisa yang memberikan kontribusi…

3 hari ago

Aroma Kongkalikong di Balik Paspor PMI Sukabumi: Imigrasi Bobol atau Terafiliasi Sindikat?

TANGERANG, – Sebuah fakta mengejutkan terungkap dalam proses repatriasi Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Sukabumi,…

3 hari ago

Air Mata Bahagia di Hari Raya: Erni Sari, PMI Asal Mauk yang Diduga Tereksploitasi di Tunisia Akhirnya Pulang

TANGERANG – Suasana haru menyelimuti Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Tepat pada perayaan Hari Raya…

6 hari ago

Diduga Kebal Hukum, PT Buana Riski dan KP2MI Disorot Usai PMI Mengaku Alami Perlakuan Tak Manusiawi di Timur Tengah

JAKARTA – Nasib memprihatinkan dialami seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Bandar Jaya berinisial…

7 hari ago

Bandara Soekarno-Hatta Kecolongan? Nama Ida Terseret Dugaan Pemberangkatan PMI Ilegal ke Dubai

JAKARTA – Dugaan praktik penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) nonprosedural kembali mencuat. Seorang perempuan asal…

7 hari ago

Darurat Perlindungan PMI: DpNews Indonesia Desak DPR Evaluasi Masifnya Pemberangkatan Ilegal ke Timur Tengah

JAKARTA – Fenomena jeritan minta tolong dari para Pekerja Migran Indonesia (PMI) di negara penempatan…

2 minggu ago