Business

PT Avida Kembali Jadi Sorotan, Dugaan Praktik Penempatan CPMI Bermasalah Dinilai Makin Meresahkan Paris Dan Nenah (Nina) Diduga Dalang nya

KARAWANG – Nama PT Avida kembali menjadi sorotan publik setelah berbagai dugaan persoalan penempatan calon pekerja migran Indonesia (CPMI) terus bermunculan. Perusahaan tersebut dinilai gagal menunjukkan komitmen perlindungan terhadap pekerja migran, sementara keluhan dari sejumlah pihak terus mencuat ke permukaan.

Sejumlah aktivis dan pemerhati pekerja migran menilai praktik yang diduga dilakukan oleh PT Avida bukan lagi persoalan administratif biasa. Dugaan pemberangkatan non-prosedural, minimnya tanggung jawab terhadap PMI bermasalah di luar negeri, hingga munculnya nama-nama sponsor yang disebut dalam perekrutan CPMI membuat publik mempertanyakan keseriusan perusahaan dalam menjalankan aturan pemerintah.

“Kalau benar ada CPMI yang diberangkatkan tanpa prosedur jelas atau dalam kondisi bermasalah, maka ini sangat memprihatinkan. Jangan sampai pekerja migran hanya dijadikan komoditas,” ujar salah satu pemerhati migran.

Sorotan tajam juga diarahkan kepada pihak-pihak yang diduga menjadi jaringan perekrutan di lapangan. Beberapa nama sponsor disebut-sebut aktif mencari dan memberangkatkan CPMI, sementara pengawasan dari perusahaan dinilai lemah. Kondisi ini memicu kekhawatiran adanya praktik penempatan yang mengabaikan keselamatan serta hak pekerja migran Indonesia.

Tak sedikit keluarga PMI mengaku kecewa karena proses penanganan ketika pekerja mengalami masalah di luar negeri dinilai lamban. Bahkan, muncul anggapan bahwa pihak perusahaan terkesan lepas tangan ketika CPMI atau PMI mengalami sakit, konflik kerja, hingga permohonan pemulangan.

Desakan terhadap aparat penegak hukum pun semakin menguat. Aparat diminta segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap legalitas, mekanisme perekrutan, hingga alur penempatan yang dijalankan oleh PT Avida beserta pihak-pihak yang diduga terlibat.

Publik berharap pemerintah tidak tutup mata terhadap persoalan yang terus berulang dalam penempatan pekerja migran Indonesia. Pengawasan ketat serta tindakan tegas dinilai penting agar tidak ada lagi CPMI yang menjadi korban dugaan kelalaian maupun praktik penempatan bermasalah.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Avida belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai dugaan yang berkembang di masyarakat.

(Red)

Redaksi NusantaraPostnews.com

Recent Posts

Negara Raup Rp433 Triliun dari Pahlawan Devisa, Namun Saat PMI Terlilit Masalah di Luar Negeri, Di Mana Kehadiran Negara?

JAKARTA – Pekerja Migran Indonesia (PMI) selama ini dikenal sebagai pahlawan devisa yang memberikan kontribusi…

3 hari ago

Aroma Kongkalikong di Balik Paspor PMI Sukabumi: Imigrasi Bobol atau Terafiliasi Sindikat?

TANGERANG, – Sebuah fakta mengejutkan terungkap dalam proses repatriasi Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Sukabumi,…

4 hari ago

Air Mata Bahagia di Hari Raya: Erni Sari, PMI Asal Mauk yang Diduga Tereksploitasi di Tunisia Akhirnya Pulang

TANGERANG – Suasana haru menyelimuti Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Tepat pada perayaan Hari Raya…

7 hari ago

Diduga Kebal Hukum, PT Buana Riski dan KP2MI Disorot Usai PMI Mengaku Alami Perlakuan Tak Manusiawi di Timur Tengah

JAKARTA – Nasib memprihatinkan dialami seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Bandar Jaya berinisial…

1 minggu ago

Bandara Soekarno-Hatta Kecolongan? Nama Ida Terseret Dugaan Pemberangkatan PMI Ilegal ke Dubai

JAKARTA – Dugaan praktik penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) nonprosedural kembali mencuat. Seorang perempuan asal…

1 minggu ago

Diduga Pungut Biaya Berkedok Penilaian, SMPN 1 Cibuaya Jadi Sorotan Publik

Karawang — Transparansi pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMPN 1 Cibuaya kembali menjadi…

2 minggu ago