29.3 C
Munich
Rabu, Mei 27, 2026

PT Avida Kembali Jadi Sorotan, Dugaan Praktik Penempatan CPMI Bermasalah Dinilai Makin Meresahkan Paris Dan Nenah (Nina) Diduga Dalang nya

Artikel Lainnya

KARAWANG – Nama PT Avida kembali menjadi sorotan publik setelah berbagai dugaan persoalan penempatan calon pekerja migran Indonesia (CPMI) terus bermunculan. Perusahaan tersebut dinilai gagal menunjukkan komitmen perlindungan terhadap pekerja migran, sementara keluhan dari sejumlah pihak terus mencuat ke permukaan.

Sejumlah aktivis dan pemerhati pekerja migran menilai praktik yang diduga dilakukan oleh PT Avida bukan lagi persoalan administratif biasa. Dugaan pemberangkatan non-prosedural, minimnya tanggung jawab terhadap PMI bermasalah di luar negeri, hingga munculnya nama-nama sponsor yang disebut dalam perekrutan CPMI membuat publik mempertanyakan keseriusan perusahaan dalam menjalankan aturan pemerintah.

“Kalau benar ada CPMI yang diberangkatkan tanpa prosedur jelas atau dalam kondisi bermasalah, maka ini sangat memprihatinkan. Jangan sampai pekerja migran hanya dijadikan komoditas,” ujar salah satu pemerhati migran.

Sorotan tajam juga diarahkan kepada pihak-pihak yang diduga menjadi jaringan perekrutan di lapangan. Beberapa nama sponsor disebut-sebut aktif mencari dan memberangkatkan CPMI, sementara pengawasan dari perusahaan dinilai lemah. Kondisi ini memicu kekhawatiran adanya praktik penempatan yang mengabaikan keselamatan serta hak pekerja migran Indonesia.

Tak sedikit keluarga PMI mengaku kecewa karena proses penanganan ketika pekerja mengalami masalah di luar negeri dinilai lamban. Bahkan, muncul anggapan bahwa pihak perusahaan terkesan lepas tangan ketika CPMI atau PMI mengalami sakit, konflik kerja, hingga permohonan pemulangan.

Desakan terhadap aparat penegak hukum pun semakin menguat. Aparat diminta segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap legalitas, mekanisme perekrutan, hingga alur penempatan yang dijalankan oleh PT Avida beserta pihak-pihak yang diduga terlibat.

Publik berharap pemerintah tidak tutup mata terhadap persoalan yang terus berulang dalam penempatan pekerja migran Indonesia. Pengawasan ketat serta tindakan tegas dinilai penting agar tidak ada lagi CPMI yang menjadi korban dugaan kelalaian maupun praktik penempatan bermasalah.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Avida belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai dugaan yang berkembang di masyarakat.

(Red)

Berita Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer

You cannot copy content of this page