Hukum

PMI Hilang Kontak di QATAR, Suami Korban Tantang APH Polres Karawang Selidiki Alex PJ2TKI, Njen, Hj iroh dan Hj kulsum Selaku Pemeroses nya

KARAWANG — Kasus pekerja migran Indonesia (PMI) yang hilang kontak kembali mencuat dan memantik perhatian publik. Keluarga korban, khususnya suami PMI, mendesak aparat penegak hukum (APH) segera turun tangan menyelidiki dugaan praktik bermasalah pada perusahaan penyalur kerja yang dimiliki Alex PJ2TKI.

Harapan keluarga untuk mendapatkan kejelasan dari pihak pemeroses, Hj Kulsum, dan Hj Iroh justru berujung kekecewaan. Alih-alih memberikan penjelasan yang komprehensif, tanggung jawab malah dialihkan kepada pihak lain, yakni Enjen Warga Kertajaya yang menurut Hj Kulsum adalah orang yang mebawa ke PT Alex jaya abadi milik Alex PJ2TKI

Kami hanya ingin kejelasan. Istri saya berangkat untuk bekerja, tapi sampai sekarang tidak ada kabar. Ketika ditanya, malah saling lempar tanggung jawab,” ujar suami korban dengan nada kecewa.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, perusahaan penyalur kerja tersebut diduga menyamarkan identitas agen luar negeri yang menjadi tujuan penempatan PMI. Penjelasan pihak Asrama Sukses Putri Jabar yang berada di Daerah Condet Jakarta pada PMI bahwa ejensi bernama Mister Ais, namun saat tiba di negara QATAR PMI di jemput oleh ejensi lain yang bernama Al-Rashad Manpower

Dugaan ini menimbulkan kekhawatiran adanya pelanggaran prosedur penempatan pekerja migran, bahkan mengarah pada indikasi praktik tidak resmi.

Sejak keberangkatan, korban dilaporkan kehilangan kontak dengan keluarga. Tidak adanya komunikasi dalam waktu lama semakin memperkuat kekhawatiran keluarga akan kondisi korban di negara tujuan.

Suami korban pun secara tegas menantang aparat penegak hukum untuk tidak tinggal diam. Ia meminta agar dilakukan penyelidikan menyeluruh terhadap perusahaan yang terlibat dalam proses keberangkatan tersebut.

Kami minta APH serius. Jangan sampai ada korban lain. Periksa semua pihak, termasuk perusahaan milik Alex PJ2TKI yang memberangkatkan,” tegasnya.

Kasus ini juga menjadi sorotan terkait peran pengawasan terhadap penyaluran PMI. Publik mempertanyakan sejauh mana pengawasan dilakukan, serta bagaimana mekanisme perlindungan terhadap pekerja migran dijalankan.

Hingga berita ini diturunkan, ada keterangan dan ancaman dari Alex PJ2TKI selaku Bos Besar perusahaan yang menggelikan,

Ya udah kalo mau bikin berita, bikin berita aja, Tar saya beritain juga sponsor nya kamu ntar, Bawa TKW Gitu jadi ripuh, Jadi Pusing saya juga ge, Kalo Mau bikin Berita Bikin, Saya bikin berita juga Ntar, sponsor nya kamu” Ucap Alex PJ2TKI.

Sementara itu, keluarga korban berharap adanya langkah cepat dan konkret dari APH untuk mengungkap fakta sebenarnya serta memastikan keselamatan korban.

Tim : Red

Redaksi NusantaraPostnews.com

Recent Posts

Dewi Tak Bisa Tunjukkan Bukti Medis PMI Neni Nuraeni Sehat, Malah Arahkan Awak Media Hubungi KIKI

CIANJUR || Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Neni Nuraeni, mengaku…

3 hari ago

Atap Kantor Desa Rusak, Akses APBDes Dipertanyakan: Transparansi Pemerintah Desa Gebangjaya Jadi Sorotan

Karawang || Kondisi bangunan Kantor Desa Gebangjaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, menjadi sorotan publik. Atap…

1 minggu ago

Diduga Blokir Kontak WhatsApp Jurnalis, Sikap Kapolsek Cibuaya dan Kanit Reskrim Jadi Sorotan

Karawang – Sikap Kapolsek Cibuaya, Iptu Budi Santoso, dan Kanit Reskrim Polsek Cibuaya, Muhripul, menjadi…

2 minggu ago

Sulit Dikonfirmasi, Penanganan Dugaan Pembegalan di Cibuaya Jadi Sorotan

Karawang – Penanganan dugaan tindak pidana pembegalan yang terjadi di Jalan Cilutung, Desa Sukasari, Kecamatan…

2 minggu ago

Terduga Kasus Pembegalan di Cibuaya Dibebaskan, Polisi Sebut Bukti Belum Cukup

KARAWANG – Penanganan dugaan kasus pembegalan di Jalan Cilutung, Desa Sukasari, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang,…

3 minggu ago

Tujuh Tahun Berinovasi, GOCIB Perkuat Ekosistem Layanan Digital dan Catat 10 Ribu Pengguna Aktif

KARAWANG – Berawal sebagai aplikasi transportasi online lokal yang diluncurkan pada 2019, GOCIB terus menunjukkan…

4 minggu ago