Categories: News

Pembongkaran Rumah Warga di Tanah Desa Jatimekar Tuai Protes: Warga Kecewa Janji Desa Dilanggar

Bandung Barat | nusantarapostnews.com — Sejumlah warga Desa Jatimekar, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat, menyesalkan langkah Pemerintah Desa yang melakukan pembongkaran rumah mereka di atas lahan milik desa tanpa pemberitahuan resmi sebelumnya.

Warga mengaku kecewa karena pembongkaran dilakukan lebih cepat dari jadwal yang disepakati, serta berharap adanya kompensasi agar mereka bisa membangun kembali tempat tinggalnya.

Menurut keterangan warga, selama bertahun-tahun mereka tinggal di lahan tersebut dengan sepengetahuan pihak desa dan rutin membayar iuran sebesar Rp45.000 per tahun yang disebut sebagai pajak.

“Sebelumnya tidak ada surat pemberitahuan apa pun, Pak. Dalam rapat hari Jumat, 07 November, pihak desa bilang pembongkaran akan dilakukan bulan Desember. Tapi tiba-tiba lima hari kemudian rumah kami dibongkar. Kami kecewa, desa sudah melanggar janji,” ungkap Dina, salah satu warga yang rumahnya dibongkar, Kamis (13/11/2025).

 

Warga lain, Anang, juga menyampaikan kekecewaan serupa. Ia menilai keputusan percepatan pembongkaran sangat merugikan masyarakat kecil yang belum siap pindah.

“Kami belum sempat kumpulkan uang untuk bangun rumah lagi. Padahal kami selalu bayar iuran ke desa meski tinggal di tanah desa. Harapan kami, desa bisa memberikan kompensasi supaya kami bisa bangun rumah di tempat lain,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Jatimekar, H. Dono Sumpena, menegaskan bahwa rencana pembongkaran sudah disampaikan kepada warga sejak tahun lalu. Ia menyebut lahan tersebut akan digunakan untuk pembangunan Gedung Koperasi Merah Putih.

“Jauh-jauh hari sudah kami informasikan. Pembongkaran ini bagian dari program pembangunan koperasi. Warga memang membayar ke desa, tapi itu bukan pajak, melainkan PADes (Pendapatan Asli Desa),” jelas H. Dono.

Lebih lanjut, Dono mengatakan pihaknya telah menawarkan dua opsi kepada warga: bantuan gotong royong dalam pembongkaran atau relokasi ke dua titik yang telah disediakan oleh desa. Namun, warga memilih menata ulang secara mandiri di lokasi lain.

“Kami sudah kasih pilihan, mau dibantu gotong royong atau relokasi. Tapi warga memilih pindah sendiri sesuai keinginan mereka,” tambahnya.

Dari pantauan nusantarapostnews.com di lapangan, sejumlah warga masih terlihat menata sisa-sisa bangunan mereka. Mereka berharap Pemerintah Desa dapat mempertimbangkan bentuk bantuan atau kompensasi agar mereka bisa membangun rumah di tempat lain.

“Untuk bangun rumah lagi butuh tukang, dan itu harus dibayar. Kami hanya berharap ada sedikit bantuan dari desa,” ujar salah satu warga.

 

Reporter: Madun
Editor: Redaksi Nusantara Post

Redaksi NusantaraPostnews.com

Recent Posts

Negara Raup Rp433 Triliun dari Pahlawan Devisa, Namun Saat PMI Terlilit Masalah di Luar Negeri, Di Mana Kehadiran Negara?

JAKARTA – Pekerja Migran Indonesia (PMI) selama ini dikenal sebagai pahlawan devisa yang memberikan kontribusi…

4 hari ago

Aroma Kongkalikong di Balik Paspor PMI Sukabumi: Imigrasi Bobol atau Terafiliasi Sindikat?

TANGERANG, – Sebuah fakta mengejutkan terungkap dalam proses repatriasi Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Sukabumi,…

4 hari ago

Air Mata Bahagia di Hari Raya: Erni Sari, PMI Asal Mauk yang Diduga Tereksploitasi di Tunisia Akhirnya Pulang

TANGERANG – Suasana haru menyelimuti Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Tepat pada perayaan Hari Raya…

7 hari ago

Diduga Kebal Hukum, PT Buana Riski dan KP2MI Disorot Usai PMI Mengaku Alami Perlakuan Tak Manusiawi di Timur Tengah

JAKARTA – Nasib memprihatinkan dialami seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Bandar Jaya berinisial…

1 minggu ago

Bandara Soekarno-Hatta Kecolongan? Nama Ida Terseret Dugaan Pemberangkatan PMI Ilegal ke Dubai

JAKARTA – Dugaan praktik penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) nonprosedural kembali mencuat. Seorang perempuan asal…

1 minggu ago

Diduga Pungut Biaya Berkedok Penilaian, SMPN 1 Cibuaya Jadi Sorotan Publik

Karawang — Transparansi pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMPN 1 Cibuaya kembali menjadi…

2 minggu ago