Categories: Nasional

CV. Tanjungsari Tiga Dituding Garap Proyek Bendung Cilangkap IV Asal-Asalan

Bandung Barat || nusantarapostnews.com — Ketua P3A dan petani di Desa Jatimekar, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat, mempertanyakan kualitas proyek Rehabilitasi Bendung Irigasi Cilangkap IV yang tengah dikerjakan oleh CV. Tanjungsari Tiga.
Proyek bernilai Rp 119.230.012,00 yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2025 itu diduga kuat dikerjakan secara asal-asalan dan jauh dari standar teknis pekerjaan irigasi.

Pantauan di lapangan menunjukkan pekerjaan yang seharusnya berorientasi pada perbaikan bendung justru dilakukan dengan cara sederhana dan minim kualitas. Material yang digunakan didominasi bambu dan batu lepas, sementara area sekitar proyek tampak berlumpur dan dipenuhi sisa ranting kayu.
Tak terlihat adanya struktur beton permanen yang sepadan dengan nilai proyek ratusan juta rupiah tersebut.

Ketua P3A Jaenudin menilai pelaksana proyek bekerja tergesa-gesa tanpa pengawasan ketat dari dinas teknis.

“Kalau dananya sampai seratus jutaan, mestinya hasilnya jelas kelihatan. Tapi ini cuma ditancap bambu dan ditumpuk batu. Kami hanya berharap bendungnya benar-benar diperbaiki,” ujar Jaenudin.

 

Berdasarkan papan informasi proyek, kegiatan ini berada di bawah tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bandung Barat, dengan waktu pelaksanaan 60 hari kalender, melalui kontrak bernomor 602.1/SPK/RB.02/BSDA/IX/2025.

Namun hingga berita ini diterbitkan, Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Bandung Barat belum memberikan tanggapan resmi terkait mekanisme pengawasan maupun pencairan dana proyek.
Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, pihak BKAD memilih bungkam seribu bahasa.

Padahal, sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, setiap penggunaan APBD wajib dilakukan secara efisien, efektif, transparan, dan akuntabel.
Selain itu, Permendagri Nomor 77 Tahun 2020 menegaskan bahwa setiap kegiatan pembangunan harus dilaksanakan berdasarkan prinsip kehati-hatian dan sesuai ketentuan teknis.

Jika benar ditemukan indikasi penyimpangan atau pekerjaan tak sesuai spesifikasi, maka hal tersebut dapat berpotensi melanggar Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo. UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, yang menegaskan bahwa setiap orang yang secara melawan hukum menguntungkan diri sendiri atau orang lain dan merugikan keuangan negara dapat dipidana.

Publik kini mendesak Dinas PUPR dan Inspektorat Kabupaten Bandung Barat untuk segera turun ke lapangan melakukan audit teknis dan pemeriksaan menyeluruh, agar dana publik tidak terbuang sia-sia dan hasil pembangunan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.

 

Penulis : Madun

Redaksi NusantaraPostnews.com

Recent Posts

Dewi Tak Bisa Tunjukkan Bukti Medis PMI Neni Nuraeni Sehat, Malah Arahkan Awak Media Hubungi KIKI

CIANJUR || Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Neni Nuraeni, mengaku…

3 hari ago

Atap Kantor Desa Rusak, Akses APBDes Dipertanyakan: Transparansi Pemerintah Desa Gebangjaya Jadi Sorotan

Karawang || Kondisi bangunan Kantor Desa Gebangjaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, menjadi sorotan publik. Atap…

1 minggu ago

Diduga Blokir Kontak WhatsApp Jurnalis, Sikap Kapolsek Cibuaya dan Kanit Reskrim Jadi Sorotan

Karawang – Sikap Kapolsek Cibuaya, Iptu Budi Santoso, dan Kanit Reskrim Polsek Cibuaya, Muhripul, menjadi…

2 minggu ago

Sulit Dikonfirmasi, Penanganan Dugaan Pembegalan di Cibuaya Jadi Sorotan

Karawang – Penanganan dugaan tindak pidana pembegalan yang terjadi di Jalan Cilutung, Desa Sukasari, Kecamatan…

2 minggu ago

Terduga Kasus Pembegalan di Cibuaya Dibebaskan, Polisi Sebut Bukti Belum Cukup

KARAWANG – Penanganan dugaan kasus pembegalan di Jalan Cilutung, Desa Sukasari, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang,…

3 minggu ago

Tujuh Tahun Berinovasi, GOCIB Perkuat Ekosistem Layanan Digital dan Catat 10 Ribu Pengguna Aktif

KARAWANG – Berawal sebagai aplikasi transportasi online lokal yang diluncurkan pada 2019, GOCIB terus menunjukkan…

4 minggu ago