Categories: Kriminal

Pemberangkatan TKW ke Timur Tengah Kembali Marak di Lombok Barat

LOMBOK BARAT | Nusantarapostnews.com – Praktik pemberangkatan Tenaga Kerja Wanita (TKW) ke sejumlah negara Timur Tengah diduga kembali marak di Kabupaten Lombok Barat. Kondisi ini memicu kekhawatiran pemerintah daerah, organisasi non-pemerintah (ORNOP), serta aktivis yang bergerak di bidang perlindungan pekerja migran.

Berdasarkan penelusuran di lapangan, sejumlah agen penyalur tenaga kerja ilegal atau calo dilaporkan kembali aktif merekrut calon TKW di beberapa desa. Mereka menawarkan iming-iming gaji tinggi dan kehidupan yang lebih baik di negara tujuan seperti Arab Saudi, Qatar, hingga Uni Emirat Arab.

Namun kenyataan di lapangan kerap tidak seindah janji manis para perekrut. Hal itu terlihat dari banyaknya aduan para pekerja migran yang menghadapi permasalahan ketika bekerja sebagai pembantu rumah tangga di kawasan Timur Tengah.

Salah satu kasus terbaru menimpa Siti Aisah Nursani, warga Desa Sembung, Kecamatan Narmada, Lombok Barat. Melalui saluran komunikasi yang diterima seorang aktivis pemerhati migran di Jawa Barat, Siti mengaku mengalami kesulitan selama bekerja di luar negeri.

“Tolong saya pak, saya di sini dalam kondisi sakit. Saya mengadu ke sponsor tapi tidak direspons. Bantu saya pak, saya ingin pulang ke Indonesia,” keluh Siti dalam pesannya.

Melihat maraknya kembali praktik pemberangkatan ilegal, sejumlah aktivis mendesak pemerintah memperketat pengawasan terhadap agen penyalur tenaga kerja. Mereka menilai negara harus hadir untuk memastikan perlindungan bagi warga yang menjadi pekerja migran.

Hendrik Prayoga, aktivis perlindungan pekerja migran, menegaskan pentingnya tindakan cepat dan terukur.

“Pemerintah harus hadir untuk melindungi hak-hak pekerja migran. Jangan sampai mereka menjadi korban perdagangan orang dan eksploitasi,” ujarnya.

Hendrik menambahkan bahwa pihaknya tengah menelusuri pihak yang diduga bertanggung jawab memberangkatkan Siti ke luar negeri.

“Kami sedang menelusuri siapa pemroses yang bertanggung jawab. Jangan sampai kasus yang menimpa Siti kembali terjadi pada TKW lainnya,” tegasnya.

Maraknya kembali praktik pengiriman TKW ke Timur Tengah, terutama melalui jalur tidak resmi, menjadi tantangan besar bagi Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Diperlukan koordinasi lintas lembaga, mulai dari pemerintah desa, Disnaker, aparat penegak hukum, hingga organisasi perlindungan pekerja migran.

Sinergi semua pihak dinilai penting untuk memutus mata rantai perekrutan ilegal dan mencegah semakin banyak warga yang terjebak dalam praktik yang berpotensi mengarah pada eksploitasi dan perdagangan orang.

Penulis : Devi
Editor : Madun

Redaksi NusantaraPostnews.com

Recent Posts

Dewi Tak Bisa Tunjukkan Bukti Medis PMI Neni Nuraeni Sehat, Malah Arahkan Awak Media Hubungi KIKI

CIANJUR || Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Neni Nuraeni, mengaku…

3 hari ago

Atap Kantor Desa Rusak, Akses APBDes Dipertanyakan: Transparansi Pemerintah Desa Gebangjaya Jadi Sorotan

Karawang || Kondisi bangunan Kantor Desa Gebangjaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, menjadi sorotan publik. Atap…

1 minggu ago

Diduga Blokir Kontak WhatsApp Jurnalis, Sikap Kapolsek Cibuaya dan Kanit Reskrim Jadi Sorotan

Karawang – Sikap Kapolsek Cibuaya, Iptu Budi Santoso, dan Kanit Reskrim Polsek Cibuaya, Muhripul, menjadi…

2 minggu ago

Sulit Dikonfirmasi, Penanganan Dugaan Pembegalan di Cibuaya Jadi Sorotan

Karawang – Penanganan dugaan tindak pidana pembegalan yang terjadi di Jalan Cilutung, Desa Sukasari, Kecamatan…

2 minggu ago

Terduga Kasus Pembegalan di Cibuaya Dibebaskan, Polisi Sebut Bukti Belum Cukup

KARAWANG – Penanganan dugaan kasus pembegalan di Jalan Cilutung, Desa Sukasari, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang,…

3 minggu ago

Tujuh Tahun Berinovasi, GOCIB Perkuat Ekosistem Layanan Digital dan Catat 10 Ribu Pengguna Aktif

KARAWANG – Berawal sebagai aplikasi transportasi online lokal yang diluncurkan pada 2019, GOCIB terus menunjukkan…

4 minggu ago