Business

Klarifikasi Oknum RT Terkait Dugaan Pungli Rekrutmen Dapur MBG di Desa Kemiri, Sikap PJS Kades Justru Tuai Sorotan

KARAWANG – Polemik dugaan pungutan liar (pungli) dalam proses penerimaan tenaga kerja Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Dusun Krajan, Desa Kemiri, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, terus menjadi perhatian publik.

Setelah sebelumnya muncul laporan dan keluhan masyarakat terkait dugaan adanya setoran uang dalam proses melamar pekerjaan di dapur MBG, kini oknum RT yang sempat disebut dalam isu tersebut akhirnya memberikan klarifikasi kepada awak media.

Dalam keterangannya, oknum RT membantah keras adanya praktik pungli sebagaimana yang ramai diberitakan. Ia menegaskan bahwa proses perekrutan warga berjalan normal tanpa adanya permintaan sejumlah uang kepada calon pekerja.

“Tidak ada pungli. Apa yang diberitakan itu tidak benar,” ujar oknum RT saat dikonfirmasi.

Pihak SPPG juga turut memberikan penjelasan terkait mekanisme perekrutan tenaga kerja di dapur MBG. Menurut pihak SPPG, proses rekrutmen telah dilakukan sesuai petunjuk teknis (juknis) yang berlaku, dengan komposisi 60 persen tenaga kerja berasal dari warga setempat, sementara sisanya berasal dari tim gizi dan tenaga pendukung lainnya.

Meski demikian, polemik belum sepenuhnya mereda. Sikap Penjabat Sementara (PJS) Kepala Desa Kemiri justru memunculkan pertanyaan baru di tengah upaya media melakukan konfirmasi lebih lanjut.

Saat hendak ditemui awak media untuk dimintai keterangan resmi terkait dugaan pungli tersebut, PJS Kepala Desa Kemiri disebut tidak berada di tempat dan berdalih sedang melaksanakan ibadah umroh. Namun yang menjadi sorotan, PJS kepala desa justru mengarahkan awak media agar menemui pihak trantib desa maupun bendahara desa dengan bahasa yang dinilai janggal oleh sejumlah pihak.

“Sudah saya titipkan ke trantib dan bendahara,” demikian isi penyampaian yang diterima awak media.

Pernyataan tersebut kini menjadi tanda tanya di tengah masyarakat. Frasa “sudah dititipkan” memunculkan berbagai spekulasi dan memicu dugaan adanya pihak tertentu yang berupaya meredam persoalan dugaan pungli tersebut.

Aktivis sosial di Karawang menilai aparat desa seharusnya bersikap terbuka dan kooperatif apabila memang tidak ada pelanggaran dalam proses perekrutan tenaga kerja di program MBG tersebut.

“Kalau memang bersih, kenapa harus sulit ditemui? Pernyataan seperti ‘sudah dititipkan’ justru memunculkan persepsi negatif di masyarakat,” ujar salah satu aktivis pemerhati kebijakan publik di Karawang.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak trantib desa maupun bendahara desa yang disebut dalam arahan PJS Kepala Desa Kemiri belum berhasil ditemui untuk memberikan penjelasan resmi.

Kasus ini diharapkan menjadi perhatian serius pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum guna memastikan proses perekrutan tenaga kerja dalam program MBG berjalan transparan, bebas pungli, dan tidak dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk kepentingan pribadi.

Media ini tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan sesuai Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

(Fauzy)

Redaksi NusantaraPostnews.com

Recent Posts

Negara Raup Rp433 Triliun dari Pahlawan Devisa, Namun Saat PMI Terlilit Masalah di Luar Negeri, Di Mana Kehadiran Negara?

JAKARTA – Pekerja Migran Indonesia (PMI) selama ini dikenal sebagai pahlawan devisa yang memberikan kontribusi…

3 hari ago

Aroma Kongkalikong di Balik Paspor PMI Sukabumi: Imigrasi Bobol atau Terafiliasi Sindikat?

TANGERANG, – Sebuah fakta mengejutkan terungkap dalam proses repatriasi Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Sukabumi,…

4 hari ago

Air Mata Bahagia di Hari Raya: Erni Sari, PMI Asal Mauk yang Diduga Tereksploitasi di Tunisia Akhirnya Pulang

TANGERANG – Suasana haru menyelimuti Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Tepat pada perayaan Hari Raya…

7 hari ago

Diduga Kebal Hukum, PT Buana Riski dan KP2MI Disorot Usai PMI Mengaku Alami Perlakuan Tak Manusiawi di Timur Tengah

JAKARTA – Nasib memprihatinkan dialami seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Bandar Jaya berinisial…

1 minggu ago

Bandara Soekarno-Hatta Kecolongan? Nama Ida Terseret Dugaan Pemberangkatan PMI Ilegal ke Dubai

JAKARTA – Dugaan praktik penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) nonprosedural kembali mencuat. Seorang perempuan asal…

1 minggu ago

Diduga Pungut Biaya Berkedok Penilaian, SMPN 1 Cibuaya Jadi Sorotan Publik

Karawang — Transparansi pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMPN 1 Cibuaya kembali menjadi…

2 minggu ago