Business

Karmi Alias Mila Sebut PT Avida sebagai Perusahaan yang Menaunginya, Nama Paris dan Nenah (Nina) Ikut Mencuat

KARAWANG — Dugaan praktik penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) nonprosedural ke kawasan Timur Tengah kembali menjadi perhatian publik. Kali ini, sorotan tertuju kepada seorang perempuan bernama Karmi alias Mila, warga Dusun Sarengseng 1, Desa Kertarahayu, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang.

Saat dikonfirmasi awak media terkait aktivitas perekrutan calon PMI, Karmi alias Mila mengaku berada di bawah naungan PT Avida. Pernyataan tersebut disampaikan langsung kepada awak media saat dimintai keterangan.

“PT yang menaungi saya adalah PT Avida,” ujar Karmi alias Mila kepada awak media.

Dalam keterangannya, Karmi alias Mila juga menyebut bahwa perusahaan tersebut memiliki banyak cabang dan dikenal luas dalam aktivitas penempatan pekerja migran.

“Cabangnya ada di mana-mana, siapa yang tidak tahu PT Avida,” lanjutnya.

Selain itu, nama Paris dan Nenah alias Nina turut disebut sebagai pihak yang diduga memiliki peran penting di perusahaan tersebut. Nama keduanya kini ikut menjadi sorotan setelah muncul dugaan aktivitas perekrutan PMI ke Timur Tengah yang diduga dilakukan secara nonprosedural.

Sorotan publik semakin menguat setelah adanya dugaan upaya pemberangkatan seorang calon PMI bernama Sri ke Timur Tengah tanpa pembekalan kemampuan bahasa yang memadai. Dugaan keberangkatan tersebut disebut berhasil digagalkan setelah adanya informasi yang diterima sejumlah pihak.

Padahal, kemampuan bahasa merupakan salah satu syarat penting bagi calon pekerja migran guna meminimalisir risiko eksploitasi kerja, kekerasan, maupun dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Di sisi lain, Karmi alias Mila juga diduga sempat melontarkan ucapan bernada merendahkan terhadap awak media dengan menyebut wartawan “tidak jelas” saat proses konfirmasi berlangsung. Pernyataan tersebut menuai reaksi dari sejumlah pihak karena dinilai tidak menghormati profesi jurnalistik yang sedang menjalankan fungsi kontrol sosial.

Menurut keterangan warga sekitar, Karmi alias Mila juga dikenal kerap sulit ditemui ketika persoalan terkait perekrutan PMI mulai ramai dibicarakan.

“Sering kabur-kaburan kalau ada masalah,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Warga juga menyebut bahwa nama “Mila” bukan nama asli yang bersangkutan, melainkan nama anaknya. Sementara identitas asli perempuan tersebut disebut bernama Karmi.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Avida, Paris, maupun Nenah alias Nina belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan yang berkembang di masyarakat. Awak media masih berupaya melakukan konfirmasi lanjutan guna memenuhi prinsip keberimbangan dan asas praduga tak bersalah sesuai kode etik jurnalistik.

Kasus dugaan penempatan PMI nonprosedural sendiri menjadi perhatian serius pemerintah dan aparat penegak hukum karena berpotensi masuk dalam kategori tindak pidana perdagangan orang apabila proses perekrutan dan pemberangkatan dilakukan di luar mekanisme resmi yang telah ditetapkan pemerintah.

(Red)

Redaksi NusantaraPostnews.com

Recent Posts

Dewi Tak Bisa Tunjukkan Bukti Medis PMI Neni Nuraeni Sehat, Malah Arahkan Awak Media Hubungi KIKI

CIANJUR || Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Neni Nuraeni, mengaku…

3 hari ago

Atap Kantor Desa Rusak, Akses APBDes Dipertanyakan: Transparansi Pemerintah Desa Gebangjaya Jadi Sorotan

Karawang || Kondisi bangunan Kantor Desa Gebangjaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, menjadi sorotan publik. Atap…

1 minggu ago

Diduga Blokir Kontak WhatsApp Jurnalis, Sikap Kapolsek Cibuaya dan Kanit Reskrim Jadi Sorotan

Karawang – Sikap Kapolsek Cibuaya, Iptu Budi Santoso, dan Kanit Reskrim Polsek Cibuaya, Muhripul, menjadi…

2 minggu ago

Sulit Dikonfirmasi, Penanganan Dugaan Pembegalan di Cibuaya Jadi Sorotan

Karawang – Penanganan dugaan tindak pidana pembegalan yang terjadi di Jalan Cilutung, Desa Sukasari, Kecamatan…

2 minggu ago

Terduga Kasus Pembegalan di Cibuaya Dibebaskan, Polisi Sebut Bukti Belum Cukup

KARAWANG – Penanganan dugaan kasus pembegalan di Jalan Cilutung, Desa Sukasari, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang,…

3 minggu ago

Tujuh Tahun Berinovasi, GOCIB Perkuat Ekosistem Layanan Digital dan Catat 10 Ribu Pengguna Aktif

KARAWANG – Berawal sebagai aplikasi transportasi online lokal yang diluncurkan pada 2019, GOCIB terus menunjukkan…

4 minggu ago