Gambar istimewa : Dua PMI di Kantor KBRI tak Bisa Pulang.
OMAN – Proses pemulangan dua Pekerja Migran Indonesia (PMI) bernama Seli dan Indriyani yang saat ini berada dalam penanganan KBRI Oman hingga kini masih belum menemui titik terang. Berbagai kendala administratif disebut menjadi penghambat kepulangan keduanya ke tanah air.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan pihak KBRI Oman melalui seorang bernama Asep, PMI atas nama Seli diketahui masuk ke Oman menggunakan visa kerja resmi. Namun, proses pemulangannya terkendala karena paspor asli miliknya masih ditahan oleh majikan.
“Untuk PMI atas nama Ibu Seli di Oman menggunakan visa kerja, jadi harus pulang menggunakan paspor asli. Namun paspornya saat ini masih ditahan oleh majikan, dan kami sedang mencoba melakukan negosiasi dengan pihak majikan,” ujar Asep saat dikonfirmasi.
Asep juga menjelaskan bahwa persoalan penahanan paspor biasanya akan dilanjutkan melalui mekanisme pelaporan kepada otoritas ketenagakerjaan di Oman apabila tidak ditemukan kesepakatan dengan pihak majikan.
“Biasanya dilaporkan ke Kementerian Tenaga Kerja Oman untuk proses sidang. Apabila majikan setuju, maka paspor akan dikembalikan,” jelasnya.
Sementara itu, PMI atas nama Indriyani disebut mengalami persoalan overstay atau melebihi masa izin tinggal di Oman. Akibatnya, terdapat denda administrasi yang harus diselesaikan sebelum proses pemulangan dapat dilakukan.
“Kalau Indriyani sudah overstay sehingga ada denda. Saat ini kami sedang mengajukan permohonan keringanan denda kepada pihak Imigrasi Oman,” lanjut Asep.
Di tengah ketidakpastian tersebut, Indriyani mengaku kondisinya sedang sakit dan sangat berharap dapat segera dipulangkan ke Indonesia. Namun keterbatasan biaya membuat dirinya tidak mampu menyelesaikan persoalan denda overstay yang dibebankan.
“Ini aku mah sakit, cuma mau pulang harus bayar gharamah 500 rial. Sedangkan aku tidak punya uang. Gimana, tiket juga sudah hangus dua kali,” ungkap Indriyani dengan nada penuh harap.
Keterangan tersebut semakin memperlihatkan beratnya kondisi yang dialami PMI di luar negeri ketika menghadapi persoalan administrasi dan keterbatasan perlindungan. Hangusnya tiket keberangkatan hingga dua kali juga menambah beban ekonomi yang harus ditanggung PMI.
Namun demikian, keluarga maupun pihak yang terus memantau perkembangan dua PMI tersebut mengaku mulai mempertanyakan keseriusan penanganan kasus tersebut. Pasalnya, setiap kali dimintai perkembangan terbaru, jawaban yang diberikan pihak KBRI Oman dinilai tidak mengalami perubahan.
“Setiap ditanyakan soal perkembangan pemulangan Seli dan Indriyani, jawaban dari pihak KBRI Oman selalu sama dan belum ada kepastian kapan keduanya bisa dipulangkan,” ungkap sumber yang mengikuti proses penanganan tersebut.
Kondisi ini memunculkan sorotan terhadap pihak-pihak yang dinilai harus bertanggung jawab atas perlindungan dan pemulangan PMI bermasalah di luar negeri. Dalam kasus ini, tanggung jawab tidak hanya berada pada pihak majikan yang diduga menahan dokumen milik PMI, tetapi juga pada perusahaan penempatan, sponsor keberangkatan, hingga pihak terkait yang memberangkatkan PMI tersebut ke Oman.
Selain itu, pemerintah melalui Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), BP3MI daerah asal, serta KBRI Oman didorong untuk lebih maksimal dalam memastikan perlindungan dan percepatan proses pemulangan PMI yang menghadapi persoalan hukum maupun administrasi di negara penempatan.
Penahanan paspor oleh majikan sendiri merupakan persoalan yang kerap dialami PMI di sejumlah negara Timur Tengah dan dinilai menjadi salah satu bentuk pembatasan hak pekerja migran. Sementara kasus overstay umumnya terjadi akibat lemahnya pengawasan status izin tinggal maupun minimnya pendampingan terhadap PMI yang mengalami persoalan kerja.
Hingga berita ini diturunkan, kedua PMI tersebut masih berada dalam penanganan KBRI Oman sambil menunggu penyelesaian proses negosiasi paspor dan pengajuan keringanan denda kepada otoritas setempat.
(Red)
JAKARTA – Pekerja Migran Indonesia (PMI) selama ini dikenal sebagai pahlawan devisa yang memberikan kontribusi…
TANGERANG, – Sebuah fakta mengejutkan terungkap dalam proses repatriasi Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Sukabumi,…
TANGERANG – Suasana haru menyelimuti Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Tepat pada perayaan Hari Raya…
JAKARTA – Nasib memprihatinkan dialami seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Bandar Jaya berinisial…
JAKARTA – Dugaan praktik penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) nonprosedural kembali mencuat. Seorang perempuan asal…
Karawang — Transparansi pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMPN 1 Cibuaya kembali menjadi…