Categories: Kriminal

Dua PMI Asal Indonesia Dipulangkan dari Irak, Mengaku Disekap dan Disiksa

TANGERANG — Dua Pekerja Migran Indonesia (PMI) nonprosedural tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (27/1/2026), setelah dievakuasi dari Irak. Keduanya mengaku mengalami penyiksaan dan penyekapan selama berada di negara tersebut.

Kedua penyintas diketahui berasal dari Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, Banten, serta Kabupaten Jember, Jawa Timur. Kepada awak media, mereka menceritakan pengalaman selama berada di sebuah penampungan di wilayah Erbil, Irak.
Secara fisik, kondisi keduanya tampak lemah. Tubuh kurus dan sejumlah bekas luka lebam terlihat saat mereka tiba di bandara.

Salah satu korban, Maimunah (nama disebut atas persetujuan yang bersangkutan), mengaku diberangkatkan dengan data yang tidak sesuai. Tahun kelahirannya disebut diubah dalam dokumen perjalanan.
Menurut Maimunah, ia dikembalikan oleh majikannya ke pihak agensi karena dianggap tidak cocok bekerja. Setibanya di penampungan, ia mengaku mengalami perlakuan tidak manusiawi.

“Saya dimaki, dipukul, ditendang, dan dikurung tanpa bisa berkomunikasi dengan siapa pun. Saya juga sering tidak diberi makan,” ujarnya sambil menahan tangis.

Ia mengaku disekap selama sekitar lima bulan. Keluarganya di Indonesia disebut harus membayar Rp17 juta kepada pihak tertentu agar ia dapat dipulangkan.

Di bandara, seorang pria bernama Udin yang disebut sebagai sponsor keberangkatan korban sempat dimintai keterangan oleh awak media. Ia membantah terlibat dalam pemalsuan dokumen maupun proses medis.

“Saya tidak tahu soal itu. Urusan paspor dan medikal bukan tanggung jawab saya, itu urusan atasan,” ujarnya singkat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak yang disebut sebagai atasan oleh Udin.

Kasus ini diduga berkaitan dengan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan pengiriman pekerja migran secara nonprosedural. Praktik tersebut melanggar Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang serta Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.

Kedua korban saat ini telah mendapatkan pendampingan untuk pemulihan kondisi fisik dan psikologis. Sementara itu, masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas dugaan keterlibatan pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam kasus ini.

 

Red

Redaksi NusantaraPostnews.com

Recent Posts

Diduga Sebut Wartawan ‘Bedegong’, Camat Rengasdengklok Disorot APPI Karawang

KARAWANG, || Sikap Camat Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menuai sorotan setelah diduga melontarkan ucapan…

1 jam ago

Peredaran Rokok Ilegal di Pasar Ciranjang Disorot, 15 Warung Diduga Jadi Titik Penjualan

CIANJUR, nusantara-postnews.com — Dugaan peredaran rokok ilegal di kawasan Pasar Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat,…

3 hari ago

Nama PT Buana XXXXX Terseret Dugaan Pengiriman CPMI Ilegal Lewat Bali

DENPASAR, — Puluhan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) yang mayoritas berasal dari Jawa Barat teridentifikasi…

3 hari ago

Nama PT Buana Rizky Terseret Dugaan Pengiriman CPMI Ilegal Lewat Bali

DENPASAR, nusantaraposnews.com – Dugaan praktik pemberangkatan calon pekerja migran Indonesia (CPMI) secara nonprosedural kembali mencuat.…

3 hari ago

Proyek Jalan Sedari Disorot! Dugaan Uang Koordinasi Rp3 Juta Mencuat, Ahmad Alexa: Ke Mana Sisanya dan Apa Peran Trantib Desa?

KARAWANG, 21 Oktober 2026 – Pelaksanaan proyek pembangunan jalan lingkungan di Desa Sedari, Kecamatan Cibuaya,…

7 hari ago

Misteri Kebakaran Kantor ATR/BPN Karawang : Sabotase Mafia Tanah?

KARAWANG - Pasca insiden kebakaran yang menghanguskan kantor ATR/BPN Karawang, pada Rabu (14/10/2026), sekitar pukul…

1 minggu ago