Categories: Nasional

Diduga Tak Digaji Selama Bekerja di Luar Negeri, Sri Nurhayati Tempuh Jalur Hukum, Sponsor Casmita DKK Dalam Target Kepolisian

KARAWANG | NusantaraPostnews.com – Niat Sri Nurhayati untuk memperbaiki taraf hidup dengan bekerja di luar negeri justru berujung petaka. Perempuan asal Desa Tambak Sumur Kecamatan Tirtajaya Kabupaten Karawang itu mengaku tidak menerima gaji selama masa kerjanya di negara penempatan, hingga akhirnya memutuskan pulang ke Tanah Air melalui bantuan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI).

Dalam keterangannya kepada awak media, Sri Nurhayati menyebut dirinya diberangkatkan oleh sponsor bernama Casmita dan rekan-rekannya. Namun hingga kini, pihak sponsor tersebut diduga lepas tangan dan tidak menunjukkan itikad baik untuk bertanggung jawab atas hak-hak pekerja migran yang semestinya diterima korban.

“Selama bekerja saya tidak menerima gaji. Saya sudah berusaha bertahan, tapi akhirnya memilih pulang lewat Kedutaan karena sudah tidak sanggup,” ujar Sri Nurhayati.

Lebih memprihatinkan, setibanya di Indonesia, Sri Nurhayati mengaku tidak mendapatkan pendampingan maupun pertanggungjawaban dari sponsor yang memberangkatkannya. Kondisi tersebut membuatnya merasa dirugikan secara materiil dan psikis.

Atas kejadian itu, Sri Nurhayati menyatakan akan menempuh jalur hukum guna mencari keadilan serta meminta pertanggungjawaban pihak-pihak yang terlibat dalam proses pemberangkatannya.

Menanggapi kasus tersebut, Jaenudin, pemerhati pekerja migran Indonesia, menilai peristiwa ini sebagai cerminan masih lemahnya pengawasan terhadap sponsor atau perekrut tenaga kerja ke luar negeri.

“Kasus seperti ini bukan yang pertama. Negara tidak boleh kalah oleh praktik-praktik sponsor nakal. Jika benar tidak digaji dan ditelantarkan, maka ini sudah masuk kategori pelanggaran serius terhadap hak asasi pekerja migran,” tegas Jaenudin.

Ia mendesak aparat penegak hukum dan instansi terkait, termasuk Kementerian Ketenagakerjaan dan BP2MI, untuk segera turun tangan dan mengusut tuntas pihak sponsor yang diduga bertanggung jawab.

“Penegakan hukum harus tegas agar ada efek jera. Jangan sampai pekerja migran terus menjadi korban dengan dalih mencari penghidupan yang lebih layak,” tambahnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak sponsor Casmita dkk belum memberikan klarifikasi atau tanggapan resmi terkait tudingan tersebut. Awak media masih berupaya menghubungi pihak terkait untuk mendapatkan keterangan berimbang.

Penulis : Madun Cs

Redaksi NusantaraPostnews.com

Recent Posts

Negara Raup Rp433 Triliun dari Pahlawan Devisa, Namun Saat PMI Terlilit Masalah di Luar Negeri, Di Mana Kehadiran Negara?

JAKARTA – Pekerja Migran Indonesia (PMI) selama ini dikenal sebagai pahlawan devisa yang memberikan kontribusi…

4 hari ago

Aroma Kongkalikong di Balik Paspor PMI Sukabumi: Imigrasi Bobol atau Terafiliasi Sindikat?

TANGERANG, – Sebuah fakta mengejutkan terungkap dalam proses repatriasi Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Sukabumi,…

4 hari ago

Air Mata Bahagia di Hari Raya: Erni Sari, PMI Asal Mauk yang Diduga Tereksploitasi di Tunisia Akhirnya Pulang

TANGERANG – Suasana haru menyelimuti Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Tepat pada perayaan Hari Raya…

7 hari ago

Diduga Kebal Hukum, PT Buana Riski dan KP2MI Disorot Usai PMI Mengaku Alami Perlakuan Tak Manusiawi di Timur Tengah

JAKARTA – Nasib memprihatinkan dialami seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Bandar Jaya berinisial…

1 minggu ago

Bandara Soekarno-Hatta Kecolongan? Nama Ida Terseret Dugaan Pemberangkatan PMI Ilegal ke Dubai

JAKARTA – Dugaan praktik penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) nonprosedural kembali mencuat. Seorang perempuan asal…

1 minggu ago

Diduga Pungut Biaya Berkedok Penilaian, SMPN 1 Cibuaya Jadi Sorotan Publik

Karawang — Transparansi pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMPN 1 Cibuaya kembali menjadi…

2 minggu ago