Categories: KriminalNasional

TKW Asal Cianjur Hilang Kontak di Arab Saudi, Diduga Diberangkatkan Tanpa Pengalaman — Pemeroses Lepas Tangan

Cianjur || Nusantarapostnews.com –
Nasib pilu kembali menimpa seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) bernama Ayu Melani dilaporkan hilang di Arab Saudi setelah beberapa waktu bekerja di negara tersebut. Hingga kini, keberadaan Ayu belum diketahui, baik oleh pihak keluarga maupun otoritas terkait di Indonesia maupun di Arab Saudi.

Berdasarkan informasi dari pihak keluarga, Ayu Melani berangkat ke Arab Saudi tanpa pengalaman kerja di luar negeri. Ia diberangkatkan oleh seorang pemeroses bernama Karim, yang diduga berperan dalam pengurusan dokumen dan keberangkatan Ayu. Namun, setelah Ayu hilang kontak, Karim disebut tidak menunjukkan itikad baik untuk bertanggung jawab atau membantu proses pencarian.

Pihak keluarga menyebut, Ayu tidak ditemukan di rumah majikan tempatnya bekerja, bahkan tidak tercatat di kantor ejensi (perusahaan penyalur tenaga kerja) di Arab Saudi. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran besar atas keselamatan Ayu.

“Kami hanya ingin tahu anak kami di mana. Hidup atau tidak. Sudah lama tidak ada kabar sama sekali,” ungkap orang tua Ayu dengan nada sedih, berharap pemerintah Indonesia dapat membantu menelusuri keberadaan anaknya.

 

Kasus ini menambah daftar panjang TKW asal Indonesia yang hilang atau terputus kontak di Timur Tengah, terutama mereka yang diberangkatkan tanpa pelatihan atau prosedur resmi.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, setiap pekerja migran berhak mendapatkan pelatihan, pembekalan, dan perlindungan hukum, baik sebelum, selama, maupun setelah bekerja di luar negeri.

Dalam Pasal 80 dan 81 UU tersebut, disebutkan bahwa setiap pihak yang memberangkatkan PMI secara non-prosedural atau tanpa izin resmi dapat dipidana dengan hukuman penjara hingga 10 tahun dan denda hingga Rp15 miliar.

Pihak keluarga kini berharap Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), serta KBRI di Riyadh dapat segera menelusuri keberadaan Ayu Melani dan memastikan proses hukum terhadap pemeroses yang terlibat.

Kasus seperti yang menimpa Ayu menjadi pengingat bahwa perlindungan dan pengawasan terhadap proses keberangkatan pekerja migran Indonesia harus diperketat, agar tragedi serupa tidak terus berulang.

Penulis : Madun

Redaksi NusantaraPostnews.com

Recent Posts

Dugaan TPPO Berselembung Perekrutan Pekerja Migran: Warga Karawang Jadi Korban Intimidasi Sindikat Nonprosedural

KARAWANG — Berawal dari niat memperbaiki taraf hidup keluarga, Siti (nama samaran), seorang janda beranak…

5 hari ago

Kasus Dugaan Korupsi KPR PT BAS Menguak, Kejari Karawang Didorong Bongkar Peran Oknum BTN

KARAWANG - Praktisi hukum dan pengamat kebijakan, Asep Agustian, SH., MH., mengapresiasi kinerja Kasi Pidsus…

5 hari ago

Jalan Cor Desa Pajaten Berubah “Budug” Usai Di-hotmix, Proyek Dipertanyakan: Di Mana Pengawasan?

Karawang — Kondisi jalan di wilayah Desa Pajaten, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, menjadi sorotan. Jalan…

7 hari ago

Dari Baiq ke Husbi, Arman hingga Bram: Siapa yang Bertanggung Jawab dalam Polemik Pemberangkatan PMI?

Lombok || Nusantarapostnews.com — Polemik terkait proses pemberangkatan seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) kini berkembang…

1 minggu ago

Engkom Diduga Fitnah Awak Media Dengan Tuduhan “Pemerkosa Bergilir”, Bukti Rekaman Siap Dibawa ke Jalur Hukum

KARAWANG — Pernyataan yang diduga disampaikan Engkom, istri dari pemeroses PMI bernama Njen, berbuntut serius.…

4 minggu ago

Fagihill Mukkadham alias Fagih/Fakih Disorot, Salimin Umah Diduga Tertahan di Masul dan Minta Segera Dipulangkan

Lombok Timur || NusantaraPostNews — Persoalan Pekerja Migran Indonesia (PMI) bernama Salimin Umah memasuki tahap…

4 minggu ago