Categories: Business

Ditinggal Sakit di Negeri Orang, Dikhianati Pemeroses: PMI Lela Irma Terlantar, Orang Tua Meninggal Dunia, Anak Tak Terurus

GARUT | Nasib pilu kembali menimpa seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI). Lela Irma, PMI asal Indonesia, diduga jatuh sakit di negara penempatan namun justru dibiarkan terlantar tanpa tanggung jawab dari pihak pemeroses yang memberangkatkannya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Lela Irma diproses dan diberangkatkan oleh dua orang pemeroses bernama Syarif dan Muksin yang diduga terafiliasi dengan PT Buana Riski. Namun ironisnya, saat Lela Irma mengalami sakit dan membutuhkan pertolongan serius serta pemulangan ke Tanah Air, kedua pemeroses tersebut justru diduga lepas tangan.

Gambar istimewa : Pasfor lela irma

Dalam kondisi sakit di luar negeri, Lela Irma berulang kali meminta dipulangkan. Namun hingga kini, permintaan tersebut tak kunjung direspons secara layak oleh pihak yang bertanggung jawab atas proses keberangkatannya.

Tragedi ini kian memilukan ketika orang tua Lela Irma, yang terus memikirkan kondisi anaknya di negara penempatan, dikabarkan meninggal dunia. Kematian tersebut diduga dipicu oleh tekanan batin dan kecemasan berkepanjangan atas nasib sang anak.

Lebih menyayat hati, anak Lela Irma kini kehilangan pengasuh. Dengan orang tua Lela Irma yang telah meninggal dunia, tidak ada lagi pihak keluarga yang secara langsung merawat dan bertanggung jawab atas anak tersebut. Kondisi ini menambah panjang daftar dampak sosial yang ditinggalkan oleh dugaan kelalaian dan pembiaran terhadap PMI.

Kasus ini menimbulkan pertanyaan serius: di mana tanggung jawab pemeroses dan perusahaan penyalur? Jika benar Lela Irma diproses melalui PT Buana Riski, maka perusahaan dan pihak terkait wajib memberikan klarifikasi serta bertanggung jawab penuh atas keselamatan dan hak-hak PMI sebagaimana diamanatkan undang-undang.

Publik mendesak Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), aparat penegak hukum, serta instansi terkait untuk segera turun tangan, mengusut dugaan kelalaian ini, serta memastikan Lela Irma segera dipulangkan dan mendapatkan perawatan medis yang layak.

Kasus Lela Irma menjadi cermin buram lemahnya pengawasan dan tanggung jawab dalam sistem penempatan PMI. Jika dibiarkan, tragedi kemanusiaan seperti ini berpotensi terus berulang mengorbankan PMI, menghancurkan keluarga, dan menelantarkan anak-anak yang tak berdosa.

Penulis : Madun

Redaksi NusantaraPostnews.com

Recent Posts

Dugaan TPPO Berselembung Perekrutan Pekerja Migran: Warga Karawang Jadi Korban Intimidasi Sindikat Nonprosedural

KARAWANG — Berawal dari niat memperbaiki taraf hidup keluarga, Siti (nama samaran), seorang janda beranak…

5 hari ago

Kasus Dugaan Korupsi KPR PT BAS Menguak, Kejari Karawang Didorong Bongkar Peran Oknum BTN

KARAWANG - Praktisi hukum dan pengamat kebijakan, Asep Agustian, SH., MH., mengapresiasi kinerja Kasi Pidsus…

5 hari ago

Jalan Cor Desa Pajaten Berubah “Budug” Usai Di-hotmix, Proyek Dipertanyakan: Di Mana Pengawasan?

Karawang — Kondisi jalan di wilayah Desa Pajaten, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, menjadi sorotan. Jalan…

7 hari ago

Dari Baiq ke Husbi, Arman hingga Bram: Siapa yang Bertanggung Jawab dalam Polemik Pemberangkatan PMI?

Lombok || Nusantarapostnews.com — Polemik terkait proses pemberangkatan seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) kini berkembang…

1 minggu ago

Engkom Diduga Fitnah Awak Media Dengan Tuduhan “Pemerkosa Bergilir”, Bukti Rekaman Siap Dibawa ke Jalur Hukum

KARAWANG — Pernyataan yang diduga disampaikan Engkom, istri dari pemeroses PMI bernama Njen, berbuntut serius.…

4 minggu ago

Fagihill Mukkadham alias Fagih/Fakih Disorot, Salimin Umah Diduga Tertahan di Masul dan Minta Segera Dipulangkan

Lombok Timur || NusantaraPostNews — Persoalan Pekerja Migran Indonesia (PMI) bernama Salimin Umah memasuki tahap…

4 minggu ago