Business

Diduga “Jual Putus” PMI ke Arab Saudi, H. Adnan Disorot: Berangkat Tanpa Izin Suami, Kini Berganti-ganti Majikan

CIANJUR – Dugaan praktik Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) kembali mencuat di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) bernama Yulianti (44), warga Kecamatan Mande, diduga menjadi korban penempatan ilegal ke Arab Saudi melalui skema yang oleh keluarga disebut sebagai praktik “jual putus” kepada sebuah agensi di negara penempatan.

Ironisnya, keberangkatan Yulianti ke Timur Tengah diduga dilakukan tanpa sepengetahuan maupun persetujuan suaminya, Odin (50). Kini, menurut pengakuan keluarga, Yulianti berada dalam kondisi rentan setelah berulang kali dipindahkan dari satu majikan ke majikan lainnya tanpa kejelasan perlindungan maupun kontrak kerja yang pasti.

“Istri saya berangkat karena dibujuk oleh pihak-pihak yang diduga terlibat dalam jaringan penempatan ilegal. Saya tidak pernah memberikan izin. Sekarang istri saya terus dipindah-pindahkan majikan dan kondisinya sangat memprihatinkan,” ungkap Odin kepada awak media, Minggu (14/6/2026).

Berdasarkan keterangan keluarga, sosok yang diduga bertanggung jawab atas proses pemberangkatan tersebut adalah H. Adnan, yang disebut berperan sebagai sponsor sekaligus pemroses perorangan.

Merasa hak keluarganya terabaikan, Odin mengaku telah melaporkan persoalan tersebut kepada Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) melalui Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Barat. Ia berharap pemerintah segera turun tangan untuk melakukan penelusuran serta memastikan keselamatan istrinya.

Kasus ini dinilai berpotensi bersinggungan dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia serta Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang apabila ditemukan unsur pelanggaran dalam proses perekrutan maupun penempatannya.

Kemarahan keluarga semakin memuncak lantaran pihak yang disebut sebagai sponsor hingga kini dinilai belum menunjukkan itikad baik untuk memberikan penjelasan maupun pertanggungjawaban. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan publik mengenai sejauh mana pengawasan terhadap praktik penempatan PMI yang dilakukan oleh pihak-pihak nonprosedural.

Di tengah meningkatnya kasus PMI bermasalah di luar negeri, dugaan penempatan Yulianti menjadi alarm keras bagi pemerintah dan aparat penegak hukum. Jika benar terjadi praktik “jual putus” terhadap pekerja migran, maka tindakan tersebut bukan sekadar pelanggaran administrasi, melainkan dapat mengarah pada dugaan eksploitasi manusia yang serius.

Kini, harapan keluarga hanya tertuju kepada negara. Mereka mendesak aparat penegak hukum, KP2MI, serta instansi terkait untuk segera mengusut tuntas pihak-pihak yang diduga terlibat, menyelamatkan Yulianti dari situasi yang dialaminya, serta memastikan ia dapat kembali dengan selamat ke pelukan keluarganya di Cianjur.

(Madun)

Redaksi NusantaraPostnews.com

Recent Posts

Ngaku Komite Sekolah, Akun TikTok Mujahidin Diduga Hina Wartawan, Aparat Diminta Fasilitasi Klarifikasi

Bandung Barat – Polemik pemberitaan terkait dugaan pungutan biaya perpisahan atau kelulusan di SDN Cijati,…

15 jam ago

Ironi di Balik Spanduk Larangan: Warga Cipeundeuy Bingung Buang Sampah, Pemerintah Minim Solusi

CIPEUNDEUY, || Media sosial baru-baru ini dihebohkan dengan sorotan tajam publik terkait maraknya aksi warga…

2 hari ago

Diduga Cemari Lingkungan, Limbah Dapur MBG Cipeundeuy 3 Mengalir ke Saluran Air Warga dan Timbulkan Bau Menyengat

BANDUNG BARAT – Dugaan pencemaran lingkungan mencuat dari operasional Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Cipeundeuy…

3 hari ago

Sindikat Penempatan PMI Ilegal Marak, Ratusan Warga NTB Diduga Terjebak Eksploitasi di Timur Tengah

BANDUNG, Jum'at 12 Juni 2026– Fenomena kelam yang menimpa Pekerja Migran Indonesia (PMI) kembali mencuat.…

3 hari ago

Cari Untung di Karawang, Bayar Pajak Mangkir? Dua Perusahaan Ritel Disorot

KARAWANG - Dua perusahaan ritel makanan dan minuman cepat saji (food and beverage retail) di…

4 hari ago

Lama Tanpa Kejelasan, Kasus Dugaan TPPO Warga Sukabumi di Timur Tengah Soroti Efektivitas Fungsi Perlindungan KBRI

SUKABUMI – Publik kembali mempertanyakan sejauh mana kehadiran dan komitmen pemerintah dalam melindungi Warga Negara…

1 minggu ago