Gambar istimewa : Dokumen Bukti adanya transaksi jual beli BBM jenis solar.
CIANJUR, JAWA BARAT || Aktivitas yang diduga berkaitan dengan jual beli dan penampungan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di kawasan Jebrod, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menjadi perhatian awak media setelah ditemukan sejumlah indikasi di lapangan.
Dalam rangka menelusuri informasi tersebut, awak media mendatangi langsung lokasi dan melakukan konfirmasi kepada seorang pria berinisial Asep yang diketahui memiliki warung di kawasan tersebut.
Berdasarkan hasil pemantauan langsung awak media, terdapat aktivitas penerimaan pasokan BBM solar yang diangkut menggunakan kendaraan truk dan diantarkan ke lokasi. Temuan tersebut kemudian menjadi dasar dilakukannya konfirmasi guna memperoleh penjelasan langsung dari pihak yang bersangkutan.
Namun, ketika dimintai keterangan terkait dugaan aktivitas jual beli maupun penyimpanan BBM solar tersebut, Asep membantah dan tidak mengakui keterlibatannya.
Meski demikian, hasil pemantauan lapangan tersebut masih memerlukan pendalaman lebih lanjut, terutama untuk memastikan asal-usul BBM, tujuan distribusi, status peruntukan, serta legalitas aktivitas yang berlangsung di lokasi.
Persoalan tidak berhenti pada proses konfirmasi. Dalam komunikasi lanjutan melalui pesan WhatsApp, Asep diduga melontarkan pernyataan yang menyebut awak media sebagai “wartawan abal-abal” dan menuduh wartawan sebagai “maling solar”.
Pernyataan tersebut disampaikan ketika awak media berupaya meminta klarifikasi atas temuan di lapangan.
Awak media menyayangkan respons tersebut. Sebab, konfirmasi merupakan bagian dari mekanisme kerja jurnalistik untuk memberikan kesempatan kepada pihak yang diberitakan menyampaikan penjelasan, bantahan, maupun klarifikasi atas suatu temuan.
Dalam proses peliputan ini, awak media juga menyatakan memiliki satu galon berisi BBM solar yang masih disimpan sebagai bagian dari dokumentasi dan bahan pendukung hasil penelusuran. Keberadaan barang tersebut perlu dijelaskan secara transparan, termasuk asal-usul dan keterkaitannya dengan dugaan aktivitas yang sedang ditelusuri.
Awak media menegaskan bahwa kedatangan ke lokasi dilakukan untuk menjalankan fungsi kontrol sosial dan mencari keterangan secara langsung, bukan untuk melakukan tindakan sebagaimana tuduhan yang dilontarkan melalui pesan WhatsApp tersebut.
Atas temuan dan hasil konfirmasi tersebut, awak media meminta aparat penegak hukum serta instansi terkait melakukan penelusuran secara objektif terhadap dugaan aktivitas jual beli dan penyimpanan BBM solar di kawasan Jebrod.
Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan apakah BBM yang diterima dan disimpan di lokasi merupakan BBM bersubsidi atau BBM jenis lainnya, dari mana sumber pasokannya, serta apakah aktivitas tersebut telah memenuhi ketentuan distribusi dan perniagaan BBM yang berlaku.
Apabila ditemukan adanya pelanggaran, aparat diharapkan mengambil langkah penegakan hukum sesuai ketentuan perundang-undangan.
Di sisi lain, Asep tetap memiliki ruang untuk menyampaikan hak jawab dan memberikan penjelasan lebih lanjut atas temuan maupun pemberitaan ini.
Pemberitaan ini disusun berdasarkan hasil penelusuran dan konfirmasi langsung awak media di lapangan. Seluruh dugaan yang disampaikan tetap harus diuji melalui pemeriksaan dan pembuktian oleh pihak berwenang.
Reporter : Mamat
Editor Naskah : Madun
BANDUNG BARAT, || Maraknya aduan terkait Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Bandung Barat yang…
JAKARTA — Maraknya aduan terkait nasib Pekerja Migran Indonesia (PMI) non-prosedural di kawasan Timur Tengah…
BANDUNG BARAT, || Ada yang janggal dalam polemik rencana pemberangkatan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI)…
SUKABUMI, || Kabar duka datang dari Riyadh, Arab Saudi. Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) bernama…
KARAWANG, || Sikap Camat Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menuai sorotan setelah diduga melontarkan ucapan…
CIANJUR, nusantara-postnews.com — Dugaan peredaran rokok ilegal di kawasan Pasar Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat,…