14.1 C
Munich
Rabu, September 9, 2026

Dugaan TPPO Berselembung Perekrutan Pekerja Migran: Warga Karawang Jadi Korban Intimidasi Sindikat Nonprosedural

Artikel Lainnya

KARAWANG — Berawal dari niat memperbaiki taraf hidup keluarga, Siti (nama samaran), seorang janda beranak satu asal Kabupaten Karawang, justru menjadi korban dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Niatnya menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Timur Tengah berujung pada pengalaman traumatis akibat tekanan dan intimidasi sindikat penempatan nonprosedural.

 

Peristiwa ini bermula saat Siti mendaftarkan diri melalui seorang perekrut bernama Ahmad. Pada Juni 2026, kondisi kesehatan Siti menurun sehingga proses keberangkatannya sempat tertunda. Namun, bukannya memberikan penanganan medis, Ahmad diduga terus menekan dan mengintimidasi Siti agar tetap berangkat. Tekanan tersebut dilakukan melalui berbagai cara, termasuk mengerahkan oknum yang mengaku sebagai pengacara hingga anggota LSM untuk menakut-nakuti korban.

 

Merasa terancam dan tidak memiliki pilihan, Siti akhirnya menyerah pada Agustus 2026. Ia diberangkatkan ke Oman melalui rantai perekrut lain yang dikenal dengan nama Riki dan Yasmin.

 

Setibanya di agensi Oman, penyakit yang diidap Siti kembali kambuh. Tanpa akses layanan kesehatan yang memadai, Siti terpaksa berjuang sendiri hingga kerap menjerit meminta dipulangkan. Setelah melalui proses negosiasi yang alot serta aksi saling lempar tanggung jawab antarpihak perekrut, Siti akhirnya berhasil dipulangkan ke Indonesia pada Jumat (04/09/2026).

 

Kasus yang menimpa warga daerah yang dikenal sebagai lumbung padi Jawa Barat ini kembali menyoroti maraknya pemberangkatan PMI secara nonprosedural ke Timur Tengah. Di balik iming-iming gaji besar dan pekerjaan layak, terdapat indikasi kuat peran sindikat yang kerap menggunakan pola intimidasi dan diduga dibekingi oknum tertentu untuk meloloskan praktik ilegal ini.

 

Guna menjaga keberimbangan berita, tim awak media telah berupaya mengonfirmasi nama-nama yang diduga terlibat dalam proses keberangkatan korban. Namun hingga berita ini diturunkan, seluruh pihak terkait memilih untuk tidak memberikan tanggapan atau bungkam.

 

Saat ini, Siti berupaya mendapatkan keadilan serta perlindungan hukum guna memutus rantai jeratan sindikat TPPO bermodus perekrutan tenaga kerja luar negeri tersebut.

 

(Madun)

Berita Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer

You cannot copy content of this page