BANDUNG BARAT – Sejumlah warga Desa Jatimekar, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat, kembali menyuarakan keresahan terkait hilangnya dana bantuan sosial pemerintah secara misterius. Kasus ini mencuat setelah Warga yang Penerima Manfaat menemukan adanya ketidaksinkronan data penyaluran
Kejadian ini menimpa Emis, seorang warga lanjut usia (lansia) di Desa Jatimekar. Pihak keluarga melaporkan bahwa dana Program Keluarga Harapan (PKH) miliknya telah tidak cair selama enam tahap berturut-turut.
Ironisnya, saat dilakukan pengecekan melalui catatan perbankan di BNI, dana bantuan tersebut tertera sudah dicairkan. Hal ini menimbulkan tanda tanya besar mengenai siapa pihak yang melakukan penarikan dana tanpa sepengetahuan pemilik sah.
Saat dikonfirmasi oleh pihak keluarga, Ade selaku pendamping desa memberikan penjelasan yang dinilai tidak masuk akal. Ia menduga bahwa Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) milik Emis kemungkinan hilang.
Namun, argumentasi tersebut dipatahkan oleh pihak keluarga karena fakta di lapangan menunjukkan bukti pengambilan dana tetap ada, sementara kartu fisik masih berada di tangan pengurus desa yang bersangkutan atau tidak pernah dikabarkan hilang
Tokoh pemuda Kecamatan Cipeundeuy, Jaenudin (yang akrab disapa Wa Jaed), menyatakan kekecewaan mendalam atas insiden ini. Ia mendesak pihak berwenang, mulai dari Dinas Sosial hingga aparat penegak hukum, untuk mengusut tuntas kasus ini.
”Kami menduga praktik penggelapan ini tidak hanya menimpa satu orang saja. Sangat memprihatinkan jika bantuan untuk lansia yang kondisinya sudah tidak sehat dan hidup serba kekurangan justru dikhianati oleh oknum tidak bertanggung jawab,” tegas Jaenudin kepada awak media, Sabtu (31/01).
Warga berharap adanya transparansi dan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan distribusi bantuan sosial di wilayah Kecamatan Cipeundeuy agar hak-hak masyarakat miskin dapat terlindungi sepenuhnya.
Reporter : Madun
