CIPEUNDEUY, BANDUNG BARAT – Merespons cepat keluhan masyarakat terkait terhambatnya pasokan air bagi lahan pertanian, Kepala Desa Jatimekar, H. Dono Sumpena, melakukan aksi nyata di lapangan. Pada Sabtu, 14/02/26, sosok yang akrab disapa Abah tersebut memimpin langsung perbaikan saluran irigasi yang terdampak longsor di wilayah DAM Cilangkap IV.
Tingginya intensitas hujan belakangan ini menyebabkan tebing di sekitar saluran irigasi mengalami longsor. Material tanah yang masuk ke aliran sungai menghambat distribusi air yang menjadi urat nadi bagi para petani di wilayah tersebut.
Didampingi pengurus Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), H. Dono terjun langsung bergotong-royong bersama warga untuk membersihkan material longsor dan memperbaiki dinding saluran yang rusak. Kesigapan Pemerintah Desa Jatimekar ini mendapat apresiasi positif dari warga, mengingat wilayah pegunungan seperti Cipeundeuy sangat rentan terhadap bencana alam di musim penghujan.
Langkah taktis ini dinilai sebagai bentuk tanggung jawab pelayanan publik yang prima. Di sela-sela kegiatannya, H. Dono Sumpena menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat dalam menjaga infrastruktur desa.
”Kami berharap kekompakan warga terus terjaga. Sinergi antara pemerintah desa dan masyarakat adalah kunci utama, agar kegiatan pertanian di Jatimekar tetap lancar tanpa kendala pengairan, terutama saat cuaca ekstrem seperti sekarang,” ujar Abah kepada awak media.
Aksi gotong-royong ini diharapkan tidak hanya memulihkan aliran air ke sawah-sawah warga, tetapi juga mempererat hubungan emosional antar warga dalam memitigasi dampak bencana di masa mendatang.
Red

