KARAWANG | Nusantrapostnews.com – Praktik percaloan tenaga kerja migran kembali mencuat di Kabupaten Karawang. Seorang sponsor bernama Kurnia, warga RT 01 RW 02 Dusun Sukrela, Desa Kertamulya, diduga masih aktif mencari calon pekerja migran meski namanya disebut-sebut kerap menimbulkan masalah bagi para korban.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, sejumlah TKW yang diberangkatkan melalui Kurnia justru tidak mendapatkan pendampingan dan tanggung jawab sebagaimana mestinya. Bahkan ketika salah satu TKW mengalami sakit, sponsor tersebut diduga lepas tangan dan tidak memberikan biaya perawatan apa pun.
“TKW itu berobat memakai uang pribadi sampai sembuh. Tidak ada tanggung jawab dari sponsor,” ujar salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.
Situasi ini semakin memprihatinkan karena kepala PT yang diduga terlibat dalam proses pemberangkatan, bernama Syarif dari PT Buana Rizky, disebut-sebut juga masih beroperasi hingga saat ini. Padahal, praktik pemberangkatan tanpa prosedur resmi dapat membahayakan pekerja migran dan melanggar sejumlah ketentuan hukum.
Para pemerhati migrasi dan sejumlah warga berharap pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta instansi terkait turun tangan menelusuri dugaan aktivitas ilegal tersebut. Mereka juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati ketika ada pihak yang menawarkan pemberangkatan kerja ke luar negeri.
“Masyarakat harus benar-benar waspada. Pastikan prosesnya resmi dan melalui lembaga yang memiliki izin,” tegas seorang warga Kertamulya.
Kasus ini menjadi peringatan bahwa praktik sponsor ilegal masih menjadi ancaman serius bagi calon pekerja migran, khususnya perempuan yang rentan menjadi korban penelantaran maupun eksploitasi. Pemeriksaan dan penindakan tegas sangat dibutuhkan agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.
Penulis : Madun
